BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Untad Perluas Penggunaan Kurjamsos
Kemitraan untuk Meningkatkan Literasi Jaminan Sosial di Kalangan Mahasiswa
Special Plan – Manado, Sabtu – BPJS Kesehatan dan Universitas Tadulako (Untad) berkomitmen menguatkan kesadaran mahasiswa tentang sistem jaminan sosial melalui implementasi Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos). Kemitraan ini bertujuan memperluas pengetahuan serta perlindungan sosial di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kerja sama antara institusi akademik dan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Dengan pendekatan pendidikan yang lebih sistematis, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan dan jaminan sosial bagi generasi muda Indonesia.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat jaminan sosial, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Manajer Pelaksanaan Pembelajaran BPJS Kesehatan, Tati Haryati Denawati, mewakili Kepala Corporate University BPJS Kesehatan di Palu.
Dalam kerja sama ini, fokus utama adalah penerapan Kurjamsos, pengembangan literasi jaminan sosial, serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan sosial. Denawati menegaskan bahwa Untad dianggap sebagai salah satu kampus pelopor dalam penerapan Kurjamsos. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan tentang jaminan sosial ke dalam kurikulum, agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kurikulum tersebut diujicobakan sejak tahun 2024, dengan empat universitas sebagai pengusung utama: Untad, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Masukan dari Untad, khususnya Fakultas Kedokteran, berperan dalam memperbaiki metode pengajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dengan pendekatan praktis dan kreatif, para peserta didik diberikan kesempatan untuk melibatkan diri secara langsung dalam memahami sistem jaminan sosial nasional.
“Berkat evaluasi dan dukungan dari empat universitas pelopor, pada 2026, Kurjamsos akan diperluas ke seluruh Indonesia,” tuturnya.
Program Kurjamsos: Upaya untuk Membentuk Masyarakat yang Terlindungi
Special Plan memberikan wawasan bahwa Kurjamsos tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi jaminan sosial, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kebiasaan masyarakat mengikuti program perlindungan sosial. Melalui kurikulum ini, mahasiswa diberikan pengetahuan tentang dasar-dasar jaminan sosial, termasuk perlindungan kesehatan, pensiun, dan asuransi sosial lainnya. Penerapan Kurjamsos diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kurjamsos dirancang sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, penelitian, dan pendidikan di institusi perguruan tinggi. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk warga kampus yang lebih peduli terhadap kebijakan sosial. Denawati menjelaskan bahwa hasil penerapan selama dua tahun terakhir menunjukkan efektivitas metode pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang sistem jaminan sosial nasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini harus terus berkembang, terutama dalam menghadapi tantangan kebijakan sosial yang semakin dinamis.
Special Plan juga menyoroti bahwa keberhasilan Kurjamsos tergantung pada peran aktif universitas dan lembaga jaminan sosial. Mahasiswa, sebagai calon pemimpin masa depan, diberikan pelatihan khusus agar mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong adopsi jaminan sosial di masyarakat. Denawati menyatakan bahwa program ini tidak hanya sekadar teori, tetapi juga mencakup praktik langsung seperti simulasi, diskusi, dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan nyata.
Rektor Untad: PKS Harus Menghasilkan Manfaat Nyata
Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Amar, menyatakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus berdampak langsung pada masyarakat dan akademisi. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga jaminan sosial merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sosial. Ia menegaskan bahwa Kurjamsos tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebijakan sosial di kalangan civitas akademika.
“Kemitraan ini harus menghasilkan program konkret yang dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika dan masyarakat luas,” ungkap Amar.
PKS tersebut ditandatangani di Gedung Rektorat Untad pada Kamis (11/06). Kemitraan ini diharapkan mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian masyarakat dan penelitian. Dengan penerapan Kurjamsos, institusi pendidikan diharapkan menjadi penyebarluas pengetahuan tentang perlindungan sosial bagi generasi muda. Denawati berharap kerja sama ini dapat dijadikan referensi bagi universitas lain di Indonesia dalam menerapkan program serupa.
Special Plan juga menjelaskan bahwa penerapan Kurjamsos akan berdampak luas dalam mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan menjadi pengguna yang lebih sadar akan manfaat asuransi kesehatan, sehingga memudahkan mereka dalam mengambil keputusan keuangan yang bijak. Selain itu, para peserta didik diberikan pelatihan dalam mengelola risiko kesehatan dan sosial, serta memahami peran BPJS Kesehatan dalam sistem perlindungan nasional.
Kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Untad merupakan contoh nyata dari inisiatif Special Plan untuk menyebarluaskan Kurjamsos. Denawati menyatakan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh komitmen bersama dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Ia berharap pengembangan Kurjamsos dapat menjadi bagian dari reformasi sistem jaminan sosial nasional, agar lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.
