Humaniora

Special Plan: Mahasiswa Hukum UMPR masuk lima besar nasional lomba Legal Opinion

Mahasiswa Hukum UMPR Masuk Lima Besar Nasional Lomba Legal Opinion

Special Plan – Dalam Special Plan untuk meningkatkan kualitas pendidikan hukum, mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) berhasil memperoleh posisi lima besar dalam lomba Legal Opinion nasional yang diadakan dalam acara Tanjungpura Law Festival (TLF) 2026. Dua anggota tim, Achmad Naufal dan Eqiyant Al Fath Kuspa, membawa nama UMPR ke level nasional setelah melewati babak penyisihan yang ketat. Karya mereka menunjukkan kemampuan analitis dan keterampilan argumentasi yang sangat baik, hingga mampu bersaing dengan tim dari universitas-universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Latar Belakang Lomba Legal Opinion

Lomba Legal Opinion TLF 2026 merupakan ajang kompetisi akademik yang bertujuan mengasah kemampuan mahasiswa dalam penerapan hukum ke kasus nyata. Pertandingan ini diikuti oleh ratusan tim dari berbagai universitas se-Indonesia, dengan tema yang relevan dengan isu sosial dan politik terkini. Special Plan ini sejak awal mengarahkan mahasiswa UMPR untuk fokus pada peningkatan kualitas karya ilmiah dan keterampilan berpikir kritis, yang menjadi kunci utama dalam menjuarai lomba tersebut.

Sebelumnya, UMPR telah melatih tim melalui serangkaian workshop dan simulasi yang dirancang oleh dosen pembimbing serta praktisi hukum. Mereka diberikan materi tentang metode analisis hukum, etika penyusunan karya, dan cara mengembangkan argumen yang persuasif. “Prestasi ini tidak terlepas dari Special Plan yang telah dijalankan selama beberapa bulan terakhir, termasuk program pelatihan khusus dan kolaborasi dengan praktisi,” jelas Dr Muhammad Wahdini, MH, Kaprodi Hukum UMPR.

Proses Seleksi dan Penilaian

Kompetisi Legal Opinion TLF 2026 terdiri dari tiga tahap: penyisihan, semifinal, dan babak final. Setiap tim diwajibkan menyusun opini hukum yang mengandung analisis mendalam, sumber hukum yang relevan, dan aplikasi terhadap kasus aktual. Penilaian dilakukan oleh panel ahli yang terdiri dari dosen, praktisi, dan pengacara berpengalaman. “Tim UMPR menunjukkan konsistensi dalam penggunaan sumber hukum dan kejelasan dalam argumen, sehingga layak masuk lima besar,” terang Wahdini.

Proses ini juga memberi kesempatan bagi mahasiswa UMPR untuk membangun jaringan dengan peserta lain dari berbagai institusi. Dalam lomba ini, tim dari UGM, UB, dan Unpad menjadi penantang utama, namun kehadiran UMPR menunjukkan bahwa kampus kecil juga mampu bersaing di level nasional. “Ini menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya mengutamakan kualitas akademik, tetapi juga mendorong inovasi dalam pembelajaran hukum,” tambah dosen pembimbing lain dari UMPR.

Kemajuan dalam Bidang Hukum

Dengan masuknya UMPR ke lima besar, kampus ini kembali menegaskan kompetensi di bidang hukum. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan akademik, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa lain untuk meniru pola kerja yang telah diterapkan. Selain itu, Special Plan ini membantu meningkatkan visibilitas UMPR di lingkaran akademik nasional. “Kami berharap ini menjadi awal dari transformasi lebih besar dalam program studi hukum,” harap Wahdini.

Tim UMPR juga mendapatkan masukan langsung dari para juri dalam babak final. Feedback yang diberikan mencakup kekuatan dan kelemahan karya mereka, serta saran untuk meningkatkan kualitas di masa depan. “Ini adalah langkah awal menuju Special Plan yang lebih matang, di mana mahasiswa diberi wawasan tentang keterampilan profesional,” tambah Wahdini. Kehadiran UMPR dalam lomba ini juga menunjukkan komitmen untuk menjadikan lulusan hukumnya mampu menghadapi tantangan di dunia kerja.

Sebagai bagian dari Special Plan, UMPR menggandeng mitra eksternal untuk memperkaya pengalaman mahasiswa. Para praktisi hukum dari berbagai perusahaan dan lembaga mengambil peran aktif dalam memberikan pelatihan, sehingga membentuk koneksi antara dunia akademik dan profesional. “Kolaborasi ini sangat berharga, karena menggabungkan teori dan praktik langsung,” ujar salah satu dosen pembimbing. Prestasi dalam lomba Legal Opinion juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki program studi hukum UMPR.

Leave a Comment