Humaniora

Topics Covered: Kemendikdasmen latih 5 ribu guru SD bisa mengajar Bahasa Inggris

Kemendikdasmen Latih 5 Ribu Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris

Topics Covered – Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan pelatihan bagi 5.777 guru Sekolah Dasar (SD) untuk menguasai pengajaran Bahasa Inggris. Program ini dikenal sebagai PKGSD-MBI atau Program Pengembangan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris, yang merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pelatihan ini menjadi babak awal dari rencana tiga tahunan yang bertujuan mengakselerasi penguasaan Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Strategi Pembelajaran Terpadu dalam Program PKGSD-MBI

“Pada tahap pertama ini, kami laporkan ada 5.777 guru yang menjadi peserta. Dengan target 90.447 guru, pelatihan akan berjalan bertahap setiap tahun hingga 2027/2028,” ujar Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, dalam acara peluncuran program PKGSD yang disiarkan secara daring melalui YouTube Kemendikdasmen, Jumat.

Nunuk menjelaskan bahwa metode pelatihan yang digunakan menggabungkan pendekatan daring, luring, dan bimbingan komunitas belajar. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan para peserta dapat mengakses materi secara efektif, baik secara mandiri maupun dengan dukungan kolega. Dengan sistem terpadu ini, Kemendikdasmen berharap untuk meningkatkan keahlian guru dalam mengajar Bahasa Inggris, yang menjadi tantangan utama dalam implementasi kurikulum baru.

Pelatihan Bertahap untuk Membentuk Kompetensi Guru

Tahun ini, program PKGSD-MBI ditargetkan menyasar 10.000 guru SD. Tujuannya adalah untuk menyiapkan mereka mengajar Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Dalam proses penugasan, Kemendikdasmen bekerja sama dengan dinas pendidikan daerah untuk memastikan guru yang lulus pelatihan ditempatkan di sekolah masing-masing sesuai kebutuhan.

Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa program ini dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kekacauan di lapangan. “Karena ini diterapkan di kelas 3 SD, kami akan memetakan bapak ibu guru untuk mengajar di tingkat tersebut,” tambah Nunuk. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dan kualitas dalam penyelenggaraan mata pelajaran Bahasa Inggris di seluruh jenjang pendidikan dasar.

Sebelumnya, Kemendikdasmen mencatat bahwa dari total 150.000 Sekolah Dasar di Indonesia, hanya sekitar 60.000 sekolah yang memiliki tenaga guru berkompetensi dalam mengajar Bahasa Inggris. Angka ini menjadi dasar untuk menetapkan target pelatihan yang lebih luas. Dengan program ini, Kemendikdasmen berharap meningkatkan jumlah sekolah SD yang mampu mengajar Bahasa Inggris secara mandiri, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa.

Kemendikdasmen menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknik mengajar tetapi juga memperkuat pemahaman guru tentang standar kompetensi Bahasa Inggris. Topics Covered menyebutkan bahwa program ini juga mencakup pengembangan materi ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa di usia dini. Dengan demikian, para guru diharapkan mampu menginspirasi minat belajar Bahasa Inggris sejak usia 6 tahun.

Koordinasi dengan dinas pendidikan daerah menjadi komponen kunci dalam program PKGSD-MBI. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelatihan. Selain itu, Kemendikdasmen juga memberikan pelatihan tambahan bagi guru yang belum memenuhi syarat, sehingga semua peserta dapat memiliki kesempatan meraih kompetensi yang sama. Dengan metode ini, Topics Covered menilai bahwa program Kemendikdasmen menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan nasional.

Leave a Comment