PSIM Yogyakarta Berambisi Dapatkan Lisensi AFC untuk Musim 2027/2028
PSIM targetkan dapatkan lisensi AFC – PSIM Yogyakarta memperlihatkan ambisi besar untuk mendapatkan lisensi AFC dalam musim depan, khususnya untuk mengikuti Liga Champions Asia Dua (ACL 2) pada periode kompetisi 2027/2028. Tujuan ini diungkapkan oleh General Manager klub, Steven Sunny, yang menyatakan bahwa tim ini ingin mempersiapkan diri secara matang agar bisa berpartisipasi dalam kompetisi Asia tingkat kedua. Sebagai salah satu tim yang baru promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia, PSIM memandang lisensi AFC sebagai langkah penting untuk menunjukkan kesiapan dan kompetensi klub dalam level internasional. “Kami sangat berharap bisa memperoleh lisensi AFC untuk musim 2027/2028 agar dapat berpartisipasi di Liga Champions Asia Dua, yang merupakan tantangan baru bagi Laskar Mataram,” jelas Steven, seperti dilaporkan di laman resmi I.League, Kamis (17/5).
Persiapan dan Strategi untuk Mengejar Lisensi AFC
Steven Sunny menegaskan bahwa PSIM sedang mengambil langkah-langkah konkretnya untuk memenuhi standar lisensi AFC. Dalam siklus pengajuan lisensi musim ini, klub ini hanya mendapatkan status “granted” untuk berlaga di BRI Super League 2025/26, sementara 16 tim lainnya, termasuk Semen Padang yang telah turun kasta, lolos ke ACL 2. Meski tidak lolos, PSIM tidak menyerah dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, manajemen, serta kompetensi teknis dalam persiapan musim depan. “Kami akan mengikuti semua tahapan asesmen lisensi ACL 2 secara sistematis, karena ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kemajuan klub,” tambah Steven. Dengan mendapatkan lisensi AFC, PSIM diharapkan bisa memperkuat reputasinya di panggung sepak bola Asia dan menjadi bagian dari kompetisi yang lebih tinggi.
Dalam beberapa bulan terakhir, PSIM telah melakukan beberapa evaluasi internal untuk menyesuaikan kebutuhan jangka panjang. Langkah ini dilakukan setelah berhasil naik ke kasta tertinggi setelah absen selama 18 tahun, sebuah pencapaian yang menjadi fondasi untuk ambisi besar ke depan. Steven Sunny menyebutkan bahwa pengurangan kuota partisipasi ACL 2 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan PSIM musim ini. “Dengan kuota yang terbatas, kami memilih fokus pada penataan berbagai aspek klub untuk tahun pertama di BRI Super League,” jelasnya. Meski demikian, tim ini berkomitmen untuk memperbaiki kinerjanya dan mengejar lisensi AFC guna memperkuat visi jangka panjang.
Lisensi AFC: Kunci Untuk Pertumbuhan Klub
Lisensi AFC merupakan salah satu syarat penting bagi klub Indonesia untuk mengikuti kompetisi Asia. Dengan memperoleh lisensi ini, PSIM bisa berpartisipasi dalam turnamen bergengsi seperti ACL 2, yang menawarkan pengalaman internasional bagi pemain, pelatih, dan manajemen. Steven Sunny menjelaskan bahwa proses pengajuan lisensi AFC membutuhkan perencanaan matang, termasuk peningkatan kualitas manajemen, fasilitas, dan sistem pelatihan. “Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak luar, untuk memperbaiki semua aspek yang diperlukan dalam mencapai standar AFC,” ujarnya. Selain itu, lisensi ini juga penting untuk meningkatkan kredibilitas klub sebagai salah satu tim yang bisa bersaing di level Asia.
PSIM, yang berada di posisi ke-11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan di BRI Super League 2025/26, harus memperkuat performa di musim ini agar bisa memperoleh nilai yang memadai. Dua laga terakhir mereka akan menghadapi Madura United dan Arema FC, yang merupakan dua tim kuat dari Jawa Timur. Steven Sunny mengatakan bahwa hasil baik di kompetisi lokal akan menjadi bagian dari bukti keseriusan PSIM dalam memenuhi kriteria lisensi AFC. “Kami menilai bahwa peningkatan hasil di BRI Super League akan berdampak positif pada kemampuan kami untuk lolos ke ACL 2 musim depan,” tegasnya. Target ini juga menjadi motivasi bagi para pemain dan pelatih untuk terus berkembang.
Kompetisi sepak bola Asia memang menawarkan tantangan yang berbeda dari Liga Indonesia. Dengan mendapatkan lisensi AFC, PSIM bisa memperoleh pengalaman bermain di luar negeri, membangun jaringan dengan klub internasional, serta meningkatkan kualitas pemain. Steven Sunny menekankan bahwa tim ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk konsultan lisensi dari luar negeri, untuk memastikan semua aspek sesuai dengan standar AFC. “Kami akan melakukan semua langkah yang diperlukan, termasuk pengadaan fasilitas dan keuangan yang memadai, untuk mencapai target ini,” jelasnya. Selain itu, keberhasilan dalam mendapatkan lisensi juga akan menjadi bukti bahwa PSIM siap bersaing di level internasional.
