Internasional

Menlu China-Korsel bertemu, bicarakan isu terkini Semenanjung Korea

W020260819839401522738
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Menlu China Korsel Bertemu Bicarakan Isu Terkini Semenanjung Korea di Seoul
  2. Related Reading

Menlu China Korsel Bertemu Bicarakan Isu Terkini Semenanjung Korea di Seoul

Beritaturah.com – Menlu China Korsel bertemu bicarakan dinamika terbaru kawasan dalam pertemuan bilateral yang digelar di Seoul. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menlu Korea Selatan Cho Hyun membahas penguatan kemitraan strategis sekaligus situasi keamanan terkini di Semenanjung Korea. Agenda pertemuan mencakup kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, pertukaran budaya, serta koordinasi diplomasi multilateral di forum-forum internasional.

Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, dan Teknologi

Wang Yi menegaskan bahwa hubungan dagang dan ekonomi antara kedua negara telah terbangun di atas fondasi yang kokoh serta membentuk komunitas ekonomi yang terintegrasi secara mendalam. Ia menekankan bahwa skala pasar China yang sangat besar membuka ruang bagi Korsel untuk meraih keuntungan awal berkat kedekatan geografis dan rantai pasok yang saling melengkapi.

Kedua menteri menyerukan perluasan cakupan kerja sama, pergeseran dari sektor tradisional menuju aktivitas bernilai tambah lebih tinggi, serta penjajalan potensi baru di bidang kecerdasan buatan, transformasi hijau, ekonomi digital, manufaktur berteknologi tinggi, dan silver economy. Percepatan perundingan tahap kedua Perjanjian Perdagangan Bebas China-Korsel juga menjadi prioritas bersama guna memperdalam pola saling menguntungkan dan mengurangi hambatan tarif maupun non-tarif.

Di luar sektor ekonomi, Wang Yi mendorong kelanjutan pertukaran di bidang pemuda, media, olahraga, lembaga riset, dan kerja sama antar-pemerintah daerah. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat dukungan publik terhadap hubungan kedua negara serta membangun fondasi sosial yang lebih luas bagi kemitraan jangka panjang.

Posisi Diplomatik soal Semenanjung Korea

“China senang melihat Korea Selatan dan Korea Utara, sebagai dua negara, secara bertahap bergerak menuju hidup berdampingan secara damai dan pada akhirnya mewujudkan perdamaian serta stabilitas jangka panjang di Semenanjung Korea.”

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing pada Rabu. Wang Yi menjelaskan bahwa sebagai negara besar yang bertanggung jawab, kebijakan luar negeri China senantiasa mempertahankan kesinambungan dan stabilitas, serta berkomitmen memainkan peran konstruktif bagi perdamaian kawasan tanpa mengabaikan kepentingan nasionalnya sendiri.

“China bersedia bergandengan tangan dan bekerja sama dengan Korea Selatan, tidak melupakan tujuan awal, mengikuti perkembangan zaman, mendorong kemitraan kerja sama strategis China-Korsel ke tingkat yang lebih tinggi.”

Cho Hyun menyatakan bahwa Korea Selatan konsisten berpegang pada kebijakan “Satu China” sejak awal terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara. Ia berharap komunikasi tingkat tinggi dengan Beijing dapat semakin dipererat serta hubungan di berbagai bidang terus didorong ke depan. Menlu Korsel itu merujuk kunjungan Presiden Lee Jae-myung ke Shenzhen pada November tahun ini untuk menghadiri KTT APEC, serta peringatan 35 tahun hubungan diplomatik tahun depan, sebagai kesempatan strategis untuk memperdalam pertukaran di bidang ekonomi, perdagangan, teknologi tinggi, kecerdasan buatan, pemuda, dan sektor lainnya. Korsel juga ingin mempercepat negosiasi tahap kedua FTA, meningkatkan persahabatan antarmasyarakat kedua negara, serta memperkuat koordinasi dalam diplomasi multilateral.

Konteks: Instruksi Trump soal Latihan Militer Gabungan

Pertemuan kedua menteri tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Minggu (16/8), menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk “mengurangi secara signifikan” rencana latihan militer gabungan dengan Korsel. Trump menyebut keputusan itu didasarkan pada pertimbangan biaya serta hubungan pribadinya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Ia berargumen bahwa latihan militer berskala besar mengirimkan sinyal yang tidak diinginkan ke Pyongyang dan berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan.

FAQ: Pertanyaan Umum

Kapan dan di mana Menlu China Korsel bertemu bicarakan isu Semenanjung Korea? Pertemuan bilateral digelar di Seoul, Korea Selatan, dan dilaporkan pada Rabu melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing.

Apa saja topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Topik mencakup penguatan kemitraan strategis, kerja sama ekonomi dan perdagangan, percepatan negosiasi FTA tahap kedua, pertukaran pemuda dan budaya, pemanfaatan KTT APEC, peringatan 35 tahun hubungan diplomatik, serta dinamika keamanan di Semenanjung Korea.

Bagaimana posisi Korea Selatan terhadap instruksi Trump soal latihan militer gabungan? Cho Hyun menegaskan komitmen Korsel pada kebijakan “Satu China” dan menekankan pentingnya komunikasi tingkat tinggi dengan Beijing. Ia tidak merinci respons spesifik terhadap pernyataan Trump, namun menyoroti kebutuhan menjaga stabilitas kawasan melalui dialog dan koordinasi multilateral.

Leave a Comment