Kriminalitas

Key Discussion: Polisi ungkap WNA China produksi 824 buah etomidate siap edar

Polisi Ungkap WNA China Produksi 824 Etomidate Siap Edar

Key Discussion – Jakarta – Unit Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis etomidate yang dilakukan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, berinisial CH (51). Pelaku diketahui memproduksi 824 buah catridge vape etomidate siap edar dengan nilai total lebih dari Rp2 miliar, menggunakan metode produksi yang dilakukan secara rumahan di beberapa apartemen di wilayah Jakarta Utara.

Detail Penyelidikan

Penangkapan terhadap pelaku dimulai dari laporan kasus penyekapan yang diduga dilakukan terhadap anak di bawah umur di apartemen Ancol pada Sabtu, 25 April 2026. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah narkotika dan melakukan pengembangan penyelidikan ke apartemen lain yang diduga sebagai pusat produksi. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dua lokasi tambahan terungkap: apartemen Mangga Dua dan satu apartemen Ancol yang terhubung langsung dengan tempat pertama.

Dari seluruh lokasi penyitaan, polisi menyita total 842 catridge vape etomidate, enam bahan dasar, 48 alat pembuatan narkotika golongan dua, serta empat plastik klip sabu-sabu dengan berat 4,57 gram. Proses produksi terungkap melalui jurnal berbahasa asing yang ditemukan di apartemen Mangga Dua, yang menjelaskan langkah-langkah pembuatan etomidate dari bahan baku dasar.

Kesimpulan dan Dampak

Key Discussion – Pelaku dijerat tiga pasal berbeda, termasuk pasal 610 ayat 2 huruf B Undang-Undang 1 Tahun 2023 tentang KUHP, pasal 119 ayat 2 UU Narkotika, serta pasal 609 UU KUHP. Ancaman hukuman terhadap pelaku mencapai penjara maksimal 12 tahun, mengingat nilai barang yang berhasil disita mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Etomidate, yang tergolong dalam narkotika golongan dua, memiliki daya tarik karena digunakan dalam anestesi umum dan mampu menimbulkan efek psikotropik yang kuat. Produksi massal narkoba ini menunjukkan upaya pelaku untuk memasuki pasar lokal dengan skala yang lebih besar, terutama melalui jalur vape yang lebih diminati oleh masyarakat. Keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus ini menegaskan kehati-hatian dalam memantau peredaran narkoba di lingkungan apartemen.

Key Discussion – Pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku menjual satu unit etomidate dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta, sehingga total nilai barang yang siap edar mencapai lebih dari dua miliar rupiah. Hal ini menunjukkan potensi kerugian besar bagi masyarakat jika etomidate terus diperjualbelikan secara ilegal. Kehadiran WNA sebagai pelaku juga memicu perhatian terhadap peran luar negeri dalam memperkaya pasar narkoba di Indonesia.

Dalam penyelidikan lanjutan, petugas menemukan alat-alat produksi seperti timbangan digital dan dua alat suntik, serta bahan baku yang disimpan secara tersembunyi. Penemuan ini membantu memperkuat bukti bahwa produksi etomidate dilakukan secara terstruktur, dengan peran pelaku sebagai pengolah dan penyalur. Kehadiran WNA memperlihatkan bahwa kejahatan narkoba kini melibatkan individu dari luar negeri yang memanfaatkan lingkungan terpisah untuk menghindari penegakan hukum.

Key Discussion – Selain menyita barang bukti, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan rekan pelaku. Saksi-saksi ini memberikan keterangan mengenai jalur distribusi dan metode pengemasan etomidate yang disesuaikan dengan preferensi pasar. Penyelidikan terus berlanjut untuk menelusuri jaringan lebih luas yang terkait dengan kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam distribusi narkoba.

“Penyelundupan ini menunjukkan bahwa WNA tidak hanya berperan sebagai penyalur, tetapi juga sebagai produsen yang terstruktur. Kami sedang memperluas investigasi untuk mengetahui jumlah total barang yang telah diproduksi dan jalur distribusinya,” jelas Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Galang Saputro.

Leave a Comment