Lifestyle

Main Agenda: Indonesia berpotensi transaksi Rp109 dari promosi pariwisata di China

Potensi Transaksi Rp109 Miliar dari Upaya Pariwisata Indonesia di Tiongkok

Main Agenda menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemenpar) dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya melalui promosi ke pasar Tiongkok. Program Sales Mission yang dilaksanakan pada 22 dan 25 Mei di Shanghai serta Guangzhou menunjukkan hasil signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp109 miliar. Langkah ini sejalan dengan target Kemenpar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok hingga 28 persen tahun ini, menurut pernyataan resmi yang diterbitkan lembaga tersebut.

Strategi Pemasaran Global Kemenpar

Program Sales Mission ini melibatkan 14 pemangku kepentingan dari industri pariwisata dalam negeri, termasuk agen perjalanan, pengelola penginapan, dan penyedia atraksi. Tujuan utama dari Main Agenda adalah memperkuat jejaring bisnis dengan mitra Tiongkok melalui pertemuan langsung antar-industri (B2B). Kemenpar juga ingin memastikan kerja sama yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok dalam pemasaran destinasi wisata, khususnya yang menawarkan pengalaman unik dan beragam.

“Melalui Main Agenda, kita bisa mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Sales Mission ini bukan hanya untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga untuk membangun hubungan ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan antara kedua negara,” jelas Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI, dalam pernyataan Selasa (2/6).

Kemenpar mengungkapkan bahwa Tiongkok tetap menjadi pasar utama untuk kunjungan wisatawan dari Negeri Panda tersebut. Dalam Sales Mission, destinasi seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta dipromosikan secara lebih intensif. Selain itu, pihak kementerian juga fokus pada pemasaran wisata spesialis, seperti wellness, budaya, laut, dan alam. Dari hasil promosi, tercatat 12.336 potensi pelancong dengan nilai transaksi hingga Rp109 miliar serta potensi devisa mencapai Rp265 miliar.

Kontribusi Transaksi dan Devisa

Main Agenda tidak hanya mengedepankan promosi destinasi, tetapi juga memberikan data kuantitatif yang menarik. Dalam dua hari promosi, Kemenpar berhasil menarik minat sejumlah besar pelancong dari Tiongkok. Angka transaksi Rp109 miliar menunjukkan dampak positif dari upaya pemasaran yang dipadukan dengan strategi ekspor jasa pariwisata. Selain itu, potensi devisa sebesar Rp265 miliar memberikan gambaran tentang kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Kemenpar juga memperkuat konektivitas udara sebagai salah satu aspek kunci dalam meningkatkan akses wisatawan Tiongkok. Dengan meningkatkan frekuensi penerbangan dan memperbaiki pengalaman perjalanan, pihak kementerian berharap mempercepat realisasi target kunjungan sebanyak 1,72 juta wisatawan Tiongkok tahun ini. Sampai kuartal pertama (Q1), jumlah pengunjung dari Tiongkok telah mencapai 357.700 orang, naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Promosi di Shanghai dan Guangzhou dipilih karena kota-kota tersebut dianggap sebagai pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Kemenpar menyebutkan bahwa kedua kota ini memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan pariwisata secara efektif, sekaligus membangun hubungan bisnis yang lebih erat. Main Agenda menekankan bahwa kerja sama antar-sektor pariwisata dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan untuk memastikan pengembangan destinasi yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam rangka mencapai target kunjungan wisatawan Tiongkok yang tinggi, Kemenpar juga menggandeng perusahaan penerbangan, hotel, serta institusi pendidikan pariwisata. Pihak kementerian menyatakan bahwa keberhasilan Main Agenda tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada kesiapan destinasi dan layanan yang menunjang. Dengan adanya data transaksi yang baik, Kemenpar yakin bahwa promosi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kegiatan wisatawan mancanegara.

Leave a Comment