Special Plan Vietnam: 10,6 Juta Wisatawan Internasional Tiba dalam 5 Bulan 2026
Special Plan – Dalam upaya meningkatkan daya tarik wisatawan internasional, Vietnam meluncurkan Special Plan yang berdampak signifikan pada lonjakan kunjungan asing. Hanoi, sebagai pusat destinasi utama, mencatat 10,6 juta pengunjung internasional dalam lima bulan pertama tahun 2026, naik 14,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan Kantor Statistik Nasional yang diterbitkan pada Rabu (3/6).
Strategi Kebijakan dan Infrastruktur yang Ditingkatkan
Special Plan yang diumumkan pemerintah melibatkan sejumlah langkah strategis, termasuk pembenahan infrastruktur transportasi, promosi destinasi baru, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif. Dalam lima bulan terakhir, jumlah wisatawan asing meningkat tajam, terutama dari negara-negara tetangga seperti Tiongkok dan Korea Selatan, yang menjadi pasar utama untuk industri pariwisata nasional.
Menurut laporan Kantor Statistik Nasional, kenaikan jumlah pengunjung ini sebagian besar dipengaruhi oleh kebijakan visa yang lebih fleksibel, seperti penghapusan kebutuhan visa sebelumnya untuk sejumlah negara. Selain itu, peningkatan layanan hotel, restoran, serta ketersediaan fasilitas digital seperti aplikasi booking dan panduan wisata online menjadi faktor pendukung kritis. Special Plan juga mencakup inisiatif untuk mengoptimalkan koneksi internet di daerah wisata, sehingga memudahkan pengunjung dalam menjelajah destinasi.
Bagian dari Special Plan adalah kampanye promosi global yang memperkuat citra Vietnam sebagai negara destinasi yang aman, ramah, dan beragam. Langkah ini mencakup kolaborasi dengan perusahaan travel internasional dan penggunaan media sosial untuk menjangkau audiens baru. Dengan demikian, jumlah wisatawan yang tiba mengalami peningkatan signifikan, seiring dengan kemudahan akses dan peningkatan kualitas pengalaman berwisata.
Target Pariwisata dan Proyeksi untuk Tahun 2026
Dalam bulan Mei saja, Vietnam mencatatkan sekitar 1,78 juta kedatangan wisatawan asing, naik 16,5 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa Special Plan mulai membuahkan hasil, dengan pelancong dari berbagai negara semakin tertarik mengunjungi destinasi seperti Ha Long Bay, Da Nang, dan Ho Chi Minh City.
Pemerintah menetapkan target ambisius untuk tahun 2026, yakni menerima 25 juta wisatawan internasional dan 150 juta wisatawan lokal. Special Plan menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, penguatan daya tarik budaya, dan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menegaskan bahwa kebijakan ini mempercepat pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi.
Kebijakan visa yang lebih terbuka juga menjadi bagian integral dari Special Plan, dengan pemerintah berupaya menyederhanakan proses pengajuan visa untuk wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara. Ini mempercepat alur kedatangan wisatawan dan meningkatkan jumlah kunjungan secara signifikan. Selain itu, promosi pariwisata dengan menggunakan platform digital seperti YouTube dan Instagram memperluas jangkauan destinasi ke pasar global.
Angka peningkatan ini menunjukkan bahwa Special Plan berhasil mendorong kembali pertumbuhan industri pariwisata. Berdasarkan laporan Kantor Statistik Nasional, peningkatan wisatawan internasional terjadi di berbagai wilayah, termasuk kota-kota yang sebelumnya kurang diakui secara internasional. Pemerintah mengharapkan proyeksi ini akan terus bertahan hingga akhir tahun, dengan peningkatan yang lebih besar jika Special Plan diterapkan secara konsisten.
“Kunjungan wisatawan internasional yang meningkat memperkuat keberhasilan Special Plan dalam menarik minat pasar global,” kata pejabat Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan ini guna memastikan sektor pariwisata tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
