Lintas Kota

Kesaksian orang tua soal robohnya SDN Kebayoran Lama 09 saat Pilkada

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Kesaksian Orang Tua Soal Longsor SDN Kebayoran Lama 09 Pagi Saat Pilkada

Beritaturah.com – Jakarta – Saat pemilihan gubernur DKI Jakarta berlangsung pada 27 November 2024, sebuah kejadian tak terduga terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Beberapa orang tua siswa memberikan laporan mengenai keadaan ini, menurut pengamatan mereka di lokasi, Selasa.

Pelaksanaan Pilkada dan Peristiwa Runtuhan

Menurut salah satu wali murid, Evi Afrida, insiden tersebut terjadi tepat saat libur Pilkada. Saat itu, tidak ada angin atau hujan, namun gedung sekolah tiba-tiba roboh. “Warga sekitar pertama yang mengetahui kejadian itu di pagi hari sekitar jam 06.30 WIB,” ujarnya.

“Awalnya ya itu kejadian kan pas libur Pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu. Warga sekitar aja yang tahu awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 WIB. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh,” kata Evi Afrida kepada wartawan.

Berdasarkan laporan, runtuhan terjadi di sore hari setelah hujan deras turun. Meski tidak ada korban jiwa, orang tua tetap merasa khawatir jika struktur bangunan terus memburuk. Mereka terus meminta informasi dari pihak sekolah, tetapi hingga kini belum ada jawaban pasti.

“Ya dari sekolah sih sudah menindaklanjuti, lapor ke Dinas sudah, sudah lapor itu. Cuman memang sampai saat ini belum ada kepastian tindak lanjut,” tutur Evi.

Insiden ini juga mengganggu kegiatan mengaji. “Karena kan sekarang masuknya siang, jadi anak-anak yang tadinya ngaji sekarang jarang yang ngaji. Sudah dua tahun tidak ngaji lagi gitu,” tambahnya.

Empat ruangan kelas dan satu area UKS di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jalan K.H. Ismail, telah runtuh selama dua tahun. Saat di lokasi diukur pukul 09.08 WIB, gerbang masuk sekolah terkunci dan dibuka oleh satpam. Suasana di dalam bangunan tampak sepi, tidak ada guru atau siswa yang beraktivitas.

Dari lokasi yang terkena dampak, terlihat sebagian atap dan tiang penyangga berjatuhan, menimpa peralatan sekolah seperti lemari, meja, dan kursi. Kondisi ini membuat warga sekitar kewalahan, terutama karena lokasi sekolah berada di tengah pemukiman warga.

Leave a Comment