Metro

DKI siapkan rekayasa lalin di GBK saat konser EXO dan Raisa pekan ini

DKI Siapkan Rekayasa Lalin di GBK Saat Konser EXO dan Raisa Pekan Ini

DKI siapkan rekayasa lalin di GBK saat – Jakarta, antaranews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah melakukan persiapan untuk mengelola lalu lintas situasional di sekitar kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 6-7 Juni 2026. Kedua hari tersebut menjadi waktu pelaksanaan konser yang dihadiri oleh grup idol K-pop EXO dan penyanyi Raisa. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus menghindari kemacetan yang mungkin terjadi akibat jumlah pengunjung yang besar.

Direktur Jenderal Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa rencana rekayasa lalin dirancang secara detail guna menyesuaikan kebutuhan mobilitas pengunjung. Menurutnya, kegiatan konser tersebut diperkirakan akan menarik antusiasme ribuan penonton dari berbagai wilayah. “Kami telah memetakan jalur alternatif dan mengoptimalkan penggunaan jalan-jalan strategis agar tidak terjadi gangguan,” kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Alternatif Jalur Utama

Sebagai bagian dari persiapan, Dishub DKI Jakarta mengungkapkan beberapa rute alternatif yang bisa digunakan oleh pengendara. Untuk arus lalu lintas dari Selatan, khususnya Blok M menuju Utara (Tanah Abang), pengendara dianjurkan mengikuti Jl. Panglima Polim, Jl. Kyai Maja, Jl. Sultan Iskandar Muda, lalu berputar di depan Gandaria City sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jl. Teuku Nyak Arief, Jl. Tentara Pelajar, Jl. Penjernihan, dan Jl. KH. Mas Mansyur. Rute ini bertujuan mengalihkan beban lalu lintas dari jalan utama yang biasanya ramai saat acara besar.

“Rekayasa lalin ini dirancang agar pengendara bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan. Kami juga memastikan bahwa petugas di lapangan siap mengatur arus kendaraan secara real-time,” ujar Budi.

Di sisi lain, untuk pengendara yang berangkat dari Blok M ke Barat (Slipi), mereka bisa mengambil rute Jl. Panglima Polim, Jl. Kyai Maja, Jl. Sultan Iskandar Muda, berputar di depan Gandaria City, lalu melalui Jl. Teuku Nyak Arief, Jl. Tentara Pelajar, Jl. Letjen S. Parman, dan seterusnya. “Jalur ini dipilih karena mengurangi intensitas kemacetan di sekitar GBK,” tambah Budi.

Persiapan rekayasa lalin juga melibatkan koordinasi dengan polisi lalu lintas dan pihak penyelenggara konser. Selain itu, Dishub DKI Jakarta berencana menambahkan tanda pengaman dan pengaturan lampu lalu lintas yang lebih efisien. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta memastikan keselamatan pengendara.

Konser yang Menarik Perhatian

Konser EXO dan Raisa di GBK menjadi salah satu acara paling dinanti masyarakat Jakarta dan sekitarnya. EXO, grup idol K-pop yang populer di Asia Tenggara, akan mempersembahkan pertunjukan spesial yang dihadiri oleh fans dari berbagai kota. Sementara Raisa, penyanyi lokal yang juga dikenal sebagai anggota grup band Raisa and Ussy, akan membagikan penampilan yang terkesan intim namun tetap memukau.

Konser ini diperkirakan akan menarik sekitar 50.000 pengunjung per hari. Dengan jumlah tersebut, Dishub DKI Jakarta memperkirakan bahwa kawasan GBK dan sekitarnya akan mengalami peningkatan volume kendaraan hingga 300 persen dibandingkan hari biasa. “Dengan peningkatan ini, kami perlu memastikan bahwa jalur lalu lintas tetap terbuka dan teratur,” jelas Budi.

Sebagai penyesuaian, Dishub DKI Jakarta juga menyiapkan petugas untuk memberikan arahan kepada pengendara yang terjebak macet. Selain itu, pihak Dishub akan menutup sementara beberapa akses ke GBK pada jam sibuk, seperti pukul 14.00 hingga 18.00. “Ini untuk menghindari kepadatan di sekitar tempat parkir utama,” tambah Budi.

Persiapan Sebelumnya

Sebelumnya, DKI Jakarta sudah melakukan beberapa rencana serupa untuk acara besar di GBK. Contohnya, pada konser virtual virtuoso yang diadakan tahun lalu, pihak Dishub mengalihkan beberapa jalan kritis dan meningkatkan kapasitas parkir. Hasilnya, kepadatan lalu lintas berkurang hingga 25 persen dibandingkan rencana awal.

Budi Awaluddin menegaskan bahwa kali ini persiapan lebih matang. “Kami telah menghubungi pihak penyelenggara untuk memastikan waktu pengumuman serta kelancaran di sekitar GBK,” ujarnya. Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga bekerja sama dengan operator transportasi umum untuk menambah frekuensi angkutan umum yang akan beroperasi pada tanggal konser tersebut.

Rekayasa lalin ini tidak hanya terfokus pada jalan raya. Pihak Dishub juga merencanakan pengaturan parkir yang lebih terstruktur. Area parkir yang akan digunakan terdiri dari dua bagian: satu untuk kendaraan pribadi dan satu untuk kendaraan umum. “Pengendara pribadi akan diberi prioritas pada area yang lebih dekat ke GBK, sementara kendaraan umum akan dituntaskan melalui jalur yang telah ditentukan,” jelas Budi.

Pengaruh pada Pengguna Transportasi Umum

Untuk mendorong penggunaan transportasi umum, Dishub DKI Jakarta memberikan insentif berupa pengurangan biaya parkir untuk bus dan angkutan kota (angkot) yang mengantar penonton ke GBK. Selain itu, pihak pemerintah juga menyiapkan shuttle bus gratis dari berbagai titik strategis di Jakarta, seperti Bundaran HI, Kota Tua, dan Pasar Seni.

Langkah ini berharap dapat mengurangi jumlah mobil yang masuk ke GBK, sehingga alur lalu lintas bisa tetap lancar. “Kami ingin mengurangi dampak negatif dari lalu lintas sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih ramah lingkungan dengan menggunakan transportasi umum,” ujar Budi.

Menurut Budi, rekayasa lalin yang dibuat kali ini juga memperhatikan faktor keberlanjutan. Pihak Dishub DKI Jakarta berharap pengaturan ini tidak hanya efektif pada tanggal konser, tetapi juga menjadi contoh bagi acara besar di masa depan. “Dengan merancang sistem lalu lintas yang lebih baik, kami bisa meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus meminimalkan gangguan pada masyarakat sekitar,” tutupnya.

Leave a Comment