Politik

Key Strategy: Kemenko PM kolaborasi dengan Bayer dukung pemberdayaan ekonomi petani

Kemenko PM dan Bayer Kembangkan Key Strategy Pemberdayaan Petani

Key Strategy menjadi fokus utama kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dengan Bayer Indonesia, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan holistik. Kerja sama ini diluncurkan untuk mendukung program Better Life Farming (BLF) dan Perintis Berdaya, yang dirancang mengintegrasikan berbagai aspek ekonomi dan sosial pertanian. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem yang kuat di sektor pertanian. “Key Strategy ini menggabungkan sumber daya dari pemerintah dan sektor swasta, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas,” jelasnya dalam pernyataan di Jakarta, Selasa. Kolaborasi ini diawali dengan kunjungan Kemenko PM ke pusat BLF di Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (22/5), sebagai langkah awal dalam memperkuat manfaat program.

Ekosistem Lengkap untuk Pemberdayaan Berkelanjutan

Menurut Leontinus, pemberdayaan petani tidak bisa tercapai secara terpisah. Dengan Key Strategy ini, petani kecil diharapkan dapat berpartisipasi dalam sistem yang utuh, mulai dari pengolahan lahan hingga akses pasar. “Dukungan dari hulu ke hilir akan mengurangi risiko ketidakpastian dan meningkatkan produktivitas secara signifikan,” tambahnya. Komitmen Kemenko PM terhadap Key Strategy menekankan pentingnya peran swasta dalam membentuk solusi yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern. Dengan integrasi pendampingan teknis, pendanaan, dan infrastruktur pasok, petani diharapkan memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri.

“Key Strategy ini bukan hanya tentang program, tetapi juga tentang keterlibatan aktif dari semua pihak. Kami di Kemenko PM terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan pelaku agribisnis lainnya,” ujar Leontinus. Dalam konteks ini, Bayer Indonesia memberikan kontribusi melalui inovasi pertanian dan pelatihan yang menjangkau petani di berbagai wilayah. Kerja sama ini juga memperkuat visi pemerintah untuk mendorong transformasi pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.

Potensi Kolaborasi dalam Transformasi Pertanian Pedesaan

Bayer Crop Science, melalui Aditia Rusmawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kemenko PM adalah bagian dari Key Strategy untuk meningkatkan kualitas sektor pertanian. “Program BLF dan Perintis Berdaya akan membantu petani lahan kecil mengakses teknologi dan sumber daya yang sebelumnya sulit dicapai,” tambahnya. Inisiatif ini juga mempercepat distribusi manfaat ekonomi ke petani yang terpinggirkan, dengan memastikan mereka bisa bersaing di pasar nasional dan internasional.

Dari tahun 2020 hingga saat ini, BLF telah berhasil mendirikan 590 pusat di 13 provinsi. Dari jumlah tersebut, 20 persen dikelola oleh perempuan, yang menunjukkan inklusivitas Key Strategy dalam memperluas akses ke pemberdayaan. Data menunjukkan bahwa pendapatan kios BLF meningkat 34 persen, sementara produktivitas petani juga naik hingga 25 persen. Leontinus menyoroti bahwa Key Strategy ini membutuhkan pendekatan bertahap, dengan fokus pada pelatihan, akses modal, dan penguatan rantai pasok sebagai fondasi utama.

Kelompok Petani Mojokerto: Keberhasilan Awal Key Strategy

Imam Baihaqi, petani dan pengelola BLFC CV Kirana Juara Abadi di Mojokerto, menceritakan perubahan drastis setelah terlibat dalam Key Strategy. “Sebelum kerja sama, kami sering mengalami masalah modal dan harga jual yang tidak stabil. Kini, kami memiliki akses pembiayaan langsung dan pasar yang terjamin,” katanya. Dengan bantuan dari BLF, pendapatan kiosnya meningkat empat kali lipat, yang menjadi bukti bahwa Key Strategy bisa menghasilkan dampak nyata di tingkat lokal.

“Keterlibatan BLF memberikan ruang untuk petani kecil untuk berkembang. Kami mendapat pelatihan tentang teknik pertanian modern, pengelolaan lahan, dan pengemasan hasil panen. Semua hal ini mendukung Key Strategy untuk menciptakan ekosistem yang mampu mengatasi tantangan struktural dalam pertanian,” tambah Imam. Mojokerto, sebagai salah satu lokasi pilot program, menunjukkan bahwa Key Strategy bisa menjadi model nasional untuk peningkatan ekonomi petani.

Kehadiran Key Strategy di Mojokerto juga memperkuat peran pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Meski berada di tengah koridor industri utama Jawa Timur, sektor pertanian lokal tetap menjadi penggerak utama. Dengan adanya BLF dan Perintis Berdaya, petani bisa memperoleh manfaat ekonomi yang lebih merata, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi perubahan iklim dan persaingan global. Leontinus menegaskan bahwa Key Strategy ini akan terus dikembangkan untuk mencakup lebih banyak wilayah, termasuk daerah terpencil.

Leave a Comment