Gibran Serap Aspirasi Nelayan dan Petambak Udang di Lampung Timur
Latest Program – Di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja untuk berdialog langsung dengan masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan petambak udang. Aktivitas ini bertujuan untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi warga sekitar, serta menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang swasembada pangan. Gibran mengatakan bahwa dialog seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kerja sama lintas sektor.
Gotong Royong dalam Mewujudkan Swasembada Pangan
Pada kesempatan tersebut, Gibran menekankan bahwa keberhasilan program prioritas Bapak Presiden tidak bisa dicapai hanya melalui upaya pemerintah. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan. “Kita semua harus gotong royong agar program ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya. Dalam dialognya, Gibran juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap, termasuk di bidang kegiatan produksi.
“Kita bersama-sama berkomitmen untuk memastikan program prioritas Bapak Presiden, terutama swasembada pangan, berjalan secara optimal. Program ini tidak akan berhasil kalau hanya pemerintah yang bekerja sendirian. Perlu dukungan dari seluruh komponen masyarakat,” kata Gibran.
Kendala yang Disampaikan oleh Nelayan
Selama berdialog, warga pesisir mengungkapkan beberapa hambatan yang dialami dalam aktivitas mereka. Diantaranya, masalah kuota bahan bakar minyak solar dan proses perizinan armada penangkapan ikan. Gibran merespons dengan memastikan pemerintah akan menindaklanjuti setiap tantangan tersebut, agar kegiatan nelayan dapat berjalan lancar. “Jika ada kendala terkait perizinan, kuota solar, atau hal lainnya, langsung sampaikan. Akan kami tindaklanjuti segera,” tambahnya.
Kendala terkait bahan bakar minyak menjadi isu yang sering dibicarakan oleh para nelayan. Mereka menyebutkan bahwa kuota solar yang diberikan seringkali tidak memadai, menghambat kegiatan operasional. Sementara itu, masalah perizinan armada juga menjadi perhatian utama, karena prosesnya dinilai masih memakan waktu dan rumit. Dalam rangka menyelesaikan masalah ini, Gibran berjanji akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempermudah prosedur administratif dan memastikan akses bahan bakar yang lebih luas.
Peran Fasilitas Pendukung dalam Pembangunan KNMP
Usai berdialog, Gibran melakukan inspeksi terhadap berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Margasari. Fasilitas ini, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku portabel, dan pabrik es portabel, diharapkan bisa memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Gibran menekankan bahwa pembangunan KNMP harus mampu mengubah kampung nelayan menjadi kawasan yang modern, produktif, dan terintegrasi.
“Maksimalkan fasilitas dan pelayanan agar masyarakat bisa fokus mencari ikan dan meningkatkan hasil produksi,” ujar Gibran.
Kehadiran SPBN di KNMP Margasari, kata Gibran, menjadi langkah strategis untuk mengurangi biaya pengangkutan dan mempercepat distribusi bahan bakar. Dengan adanya gudang beku portabel, masyarakat bisa menyimpan hasil tangkapan ikan secara lebih aman, sementara pabrik es memungkinkan produksi es yang lebih efisien. Ia juga menyebutkan bahwa fasilitas-fasilitas ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Tim Pendamping dan Harapan untuk Kemajuan Wilayah
Kunjungan Gibran didampingi oleh sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif, serta Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan wilayah pesisir. Gibran menyampaikan bahwa KNMP Margasari menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam dialog yang berlangsung, Gibran juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi nelayan, terutama dalam penggunaan teknologi modern. Ia mengajak para nelayan untuk terus meningkatkan keterampilan mereka, sehingga bisa bersaing di pasar global. “Dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, nelayan bisa mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional,” ujarnya. Harapan Gibran adalah bahwa KNMP Margasari akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi model untuk kampung-kampung serupa di daerah lain.
Potensi KNMP sebagai Kawasan Terintegrasi
Gibran berharap KNMP Margasari tidak hanya menjadi kampung nelayan biasa, tetapi juga menjadi kawasan yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga distribusi hasil laut. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan. “Kami juga mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya alam di wilayah ini,” tuturnya.
Dalam kunjungannya, Gibran juga menekankan bahwa pembangunan KNMP harus diimbangi dengan keberlanjutan lingkungan. Ia meminta para petambak udang dan nelayan untuk menjaga ekosistem perairan agar tidak terganggu. “Selain meningkatkan produksi, kita juga harus memastikan bahwa alam tidak rusak,” katanya. Dengan pendekatan yang holistik, KNMP Margasari diharapkan bisa menjadi kawasan yang tidak hanya menghasilkan, tetapi juga melestarikan sumber daya alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.
Kehadiran Gibran di Lampung Timur ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk melibatkan masyarakat langsung dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Dengan memahami aspirasi mereka secara dalam, pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan menguntungkan bagi warga pesisir. Selain itu, Gibran juga berharap bahwa KNMP Margasari akan menjadi salah satu contoh sukses dalam pembangunan berbasis masyarakat, yang bisa ditiru di daerah-daerah lain. Dengan dukungan bersama, kata Gibran, wilayah pesisir bisa menjadi bagian penting dari ekonomi nasional yang lebih kuat dan mandiri.
