Politik

Yenny Wahid: Rekonsiliasi mutlak dilakukan usai Muktamar Ke-35 NU

1000922390
Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Panggilan Rekonsiliasi dan Konsolidasi Organisasi
  2. Agenda Muktamar Ke-35 NU dan Harapan Persatuan
  3. Related Reading

Beritaturah.com – Yenny Wahid, yang juga dikenal dengan nama lengkapnya Zannuba Ariffah Chafsoh, menegaskan bahwa proses rekonsiliasi mutlak harus dijalankan segera setelah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung. Putri Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, menyampaikan pesan tersebut di Jombang, Jawa Timur, pada Rabu. Bagi Yenny Wahid, forum muktamar tidak boleh sekadar menjadi arena pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi titik balik yang mengakhiri segala gesekan internal di tubuh organisasi.

Panggilan Rekonsiliasi dan Konsolidasi Organisasi

Dalam keterangannya, Yenny Wahid menekankan bahwa siapa pun yang terpilih memimpin PBNU pasca-muktamar memiliki kewajiban utama untuk menyatukan seluruh faksi yang selama ini terlibat pertikaian. Ia mengingatkan bahwa dinamika politik internal menjelang muktamar kerap melahirkan kubu-kubu baru yang justru memperpanjang ketegangan. Oleh karena itu, konsolidasi harus dilakukan secara menyeluruh tanpa mengutamakan kepentingan kelompok tertentu.

“Siapa pun yang akan memenangkan, akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian,” ujar Yenny Wahid.

Lebih lanjut, Yenny Wahid menyerukan agar NU dikembalikan ke khitah atau prinsip dasar pendiriannya. Ia menyebut Qanun Asasi NU harus menjadi landasan utama dalam menjalankan organisasi ke depan. Menurut dia, seluruh elemen NU perlu kembali berpegang pada warisan para pendiri agar soliditas organisasi terjaga dan tidak tergerus oleh kepentingan faksi.

Agenda Muktamar Ke-35 NU dan Harapan Persatuan

PBNU dijadwalkan menggelar Muktamar Ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sesuai jadwal resmi, upacara pembukaan muktamar akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran kepala negara pada momentum tersebut menegaskan signifikansi acara bagi kehidupan keagamaan dan sosial di Indonesia.

Yenny Wahid berharap hasil muktamar tidak hanya menghasilkan nama pemimpin baru, tetapi juga tata kelola organisasi yang mampu merangkul seluruh kelompok. Ia mengingatkan agar warga NU tidak terjebak pada narasi menang-kalah yang justru memecah belah. Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana setelah muktamar seluruh warga NU dapat kembali berjalan bersama dalam satu barisan.

“Jangan sampai muktamar hanya menghasilkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah muktamar seluruh warga NU bisa kembali berjalan bersama,” tegasnya.

Tanya Jawab: Rekonsiliasi NU dan Muktamar Ke-35

Apakah rekonsiliasi yang dimaksud Yenny Wahid bersifat wajib? Ya. Yenny Wahid menyebut rekonsiliasi sebagai kewajiban mutlak bagi pemimpin PBNU terpilih. Proses tersebut harus dijalankan tanpa memandang kepentingan faksi tertentu dan bertujuan mengembalikan soliditas organisasi secara menyeluruh.

Kapan dan di mana Muktamar Ke-35 NU akan diselenggarakan? Muktamar dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada upacara pembukaan.

Apa peran Qanun Asasi dalam konteks pesan Yenny Wahid? Yenny Wahid menyebut Qanun Asasi NU sebagai prinsip dasar yang harus menjadi landasan utama organisasi ke depan. Ia menyerukan agar NU dikembalikan ke khitah pendiriannya melalui penerapan dokumen tersebut secara konsisten.

Siapa Yenny Wahid dan mengapa pandangannya dianggap relevan? Yenny Wahid, nama lengkapnya Zannuba Ariffah Chafsoh, adalah putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sebagai tokoh perempuan NU yang dikenal aktif dalam isu kebangsaan, pandangannya tentang persatuan internal organisasi mendapat perhatian luas menjelang muktamar.

Leave a Comment