Rilis Pers

Accertify dan Liminal Umumkan Penelitian Empiris Pertama yang Membuktikan Keberhasilan Integrasi Pencegahan Penipuan Dan Keamanan Siber, dan Menentukan Penerapan yang Tepat

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com

Accertify dan Liminal: Penelitian Pertama Integrasi Anti-Penipuan

Beritaturah.com – Itasca, Illinois—Dalam sebuah pengumuman penting, Accertify dan Liminal Umumkan Penelitian Empiris yang menjadi tonggak sejarah dalam dunia keamanan digital. Studi komprehensif ini melibatkan 250 eksekutif senior dari berbagai industri untuk mengungkap bagaimana integrasi antara pencegahan penipuan dan keamanan siber dapat meningkatkan kinerja bisnis secara signifikan. Hasilnya menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan kedua fungsi ini mampu mencapai pertumbuhan hingga 3,4 kali lipat dibandingkan mereka yang masih beroperasi secara terpisah.

Penelitian ini dirilis melalui platform Predictive Yes milik Accertify, solusi terkemuka dalam pengambilan keputusan pencegahan penipuan. Platform ini membantu merchant menyetujui lebih banyak pelanggan sah sehingga mendorong pertumbuhan penjualan yang lebih cepat. Dengan judul The Convergence Dividend: Quantifying What Fraud-Cyber Convergence Actually Delivers, riset ini menjadi bukti empiris berskala besar pertama yang membuktikan efektivitas integrasi tersebut.

Empat Pilar Kunci Keberhasilan

Untuk mengidentifikasi praktik terbaik, tim peneliti menganalisis perilaku perusahaan menggunakan metrik “Precise Yes” yang mengukur ketepatan merchant dalam memberikan persetujuan kepada pelanggan. Metrik ini didefinisikan sebagai nilai transaksi yang disetujui dalam dolar AS untuk setiap satu dolar pembatalan transaksi akibat penipuan. Hasil analisis menghasilkan model kematangan berbasis empat pilar yang mengidentifikasi karakteristik operasional paling erat kaitannya dengan keberhasilan integrasi.

Perusahaan yang menerapkan keempat pilar tersebut mencatat rata-rata Precise Yes Score sebesar AS$1.540 nilai transaksi disetujui untuk setiap AS$1 kerugian penipuan. Angka ini jauh melampaui perusahaan yang masih beroperasi secara silo yang hanya mencapai AS$456. Keunggulan dalam ketepatan pengambilan keputusan terutama didorong oleh penurunan tingkat pembatalan transaksi akibat penipuan yang mencapai 62% lebih rendah pada organisasi paling unggul.

Urutan Penerapan yang Tepat

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah pentingnya urutan penerapan. Organisasi yang merombak tim pencegahan penipuan dan keamanan siber sebelum menetapkan data bersama, kepemilikan, dan kerja sama operasional justru mencapai kinerja lebih buruk dibandingkan yang mempertahankan tim terpisah. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi dimulai dari alur kerja dan intelijen bersama, bukan perubahan struktur perusahaan.

“Satu temuan yang paling menonjol: perusahaan mencapai kinerja lebih baik bila meningkatkan cara tim pencegahan penipuan dan keamanan siber berbagi data,” kata Maryling Yu, Chief Marketing Officer di Accertify. “Dengan menyediakan visibilitas bersama terhadap berbagai sinyal di sepanjang siklus hidup pelanggan, kedua tim mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai risiko. Hal ini membantu mereka menyetujui lebih banyak pelanggan yang sah dengan lebih percaya diri, mengurangi hambatan yang tidak perlu, dan mendorong hasil bisnis yang lebih kuat.”

Perilaku Operasional Lebih Penting dari Struktur

Menurut Filip Verley, Chief Innovation Officer di Liminal, yang menentukan adalah perilaku operasional dan bukan struktur perusahaan. “Tidak perlu perombakan anggaran maupun reorganisasi. Perlu dua tim memutuskan untuk menangani permasalahan yang sama, lalu membangun kebiasaan yang membuat kerja sama tersebut tetap langgeng. Artinya, setiap perusahaan yang menerapkan integrasi akan berpeluang mencapai tingkat kinerja tertinggi,” jelasnya.

Studi ini juga menyajikan pandangan pertama yang diperoleh dari perbandingan dengan perusahaan sejenis mengenai integrasi pencegahan penipuan dan keamanan siber di berbagai industri. Terdapat perbedaan signifikan antar sektor yang menunjukkan bahwa pendekatan integrasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing industri. Penelitian melibatkan pemimpin di bidang pencegahan penipuan, risiko, dan keamanan setingkat Direktur atau lebih tinggi dari sektor Ritel/e-Commerce, Pariwisata, Restoran/Layanan Cepat Saji, Hiburan & Media, dan Marketplace.

Meskipun hampir seluruh responden (94%) mengakui integrasi sebagai prioritas utama, penelitian menemukan bahwa banyak organisasi belum memiliki kerangka kerja jelas untuk implementasi efektif dalam operasional sehari-hari. Dengan adanya penelitian ini, Accertify dan Liminal memberikan panduan praktis bagi perusahaan yang ingin memulai perjalanan integrasi mereka.

Leave a Comment