Video

Kowani dorong UNESCO tetapkan tempe sebagai WBTb Indonesia

AYM_KOWANI-DORONG-UNESCO-TETAPKAN
Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kowani Dorong UNESCO Tetapkan Tempe Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
  2. Related Reading

Kowani Dorong UNESCO Tetapkan Tempe Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Beritaturah.com – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) secara resmi mendorong Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) untuk menetapkan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) milik Indonesia. Inisiatif ini disampaikan oleh Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus. Langkah strategis ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya melestarikan kekayaan budaya bangsa melalui pengakuan internasional.

Menurut Nannie Hadi Tjahjanto, upaya Kowani untuk mendapatkan pengakuan UNESCO ini sangat penting karena tempe telah mencapai taraf mendunia. Produk fermentasi tradisional ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Selain itu, tempe memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai bagian dari identitas kuliner Indonesia yang telah ada sejak lama. Peran tempe dalam ketahanan pangan nasional juga menjadi pertimbangan utama dalam pengajuan ini.

Nilai Budaya dan Nutrisi Tempe yang Mendunia

Tempe merupakan produk fermentasi yang dibuat dari kedelai dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Proses pembuatan tempe telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama berabad-abad dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Sebagai sumber protein nabati yang kaya nutrisi, tempe telah menjadi alternatif protein yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kandungan gizi yang tinggi membuat tempe menjadi makanan yang direkomendasikan oleh para ahli gizi.

Pengakuan UNESCO sebagai WBTb akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Pertama, hal ini akan meningkatkan kesadaran global tentang kekayaan budaya Indonesia. Kedua, pengakuan ini dapat mendorong pengembangan industri tempe di dalam negeri. Ketiga, status WBTb akan membantu pelestarian teknik pembuatan tempe tradisional yang mungkin terancam punah. Keempat, hal ini dapat meningkatkan nilai ekonomi tempe di pasar internasional.

Kowani sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong pengakuan ini. Organisasi ini telah lama memperjuangkan berbagai isu yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya. Melalui inisiatif ini, Kowani menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kontribusi signifikan dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Nannie Hadi Tjahjanto menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan pengajuan ini.

Proses pengajuan tempe sebagai WBTb memerlukan persiapan dokumentasi yang komprehensif. Dokumentasi tersebut harus mencakup sejarah pembuatan tempe, teknik tradisional yang digunakan, serta peran tempe dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain itu, diperlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum. Kowani telah mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pengajuan ini berjalan lancar.

Pengakuan UNESCO sebagai WBTb juga akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia. Wisatawan mancanegara yang tertarik dengan budaya Indonesia akan semakin tertarik untuk mencoba tempe sebagai bagian dari pengalaman kuliner mereka. Hal ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Selain itu, pengakuan ini dapat menjadi inspirasi bagi produk budaya Indonesia lainnya untuk mendapatkan pengakuan internasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tempe dan UNESCO

Apa itu WBTb? WBTb adalah singkatan dari Warisan Budaya Takbenda, yaitu warisan budaya yang tidak berwujud seperti tradisi, seni, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Mengapa tempe layak menjadi WBTb? Tempe memiliki sejarah panjang dalam budaya Indonesia, teknik pembuatan tradisional yang unik, serta peran penting dalam ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Siapa yang mengajukan tempe sebagai WBTb? Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melalui Ketua Umumnya, Nannie Hadi Tjahjanto, yang mengajukan pengakuan ini kepada UNESCO.

Berapa lama proses pengajuan WBTb? Proses pengajuan WBTb ke UNESCO biasanya memakan waktu beberapa tahun, tergantung pada kelengkapan dokumentasi dan evaluasi yang dilakukan.

Apa manfaat pengakuan WBTb bagi Indonesia? Pengakuan WBTb meningkatkan daya saing budaya Indonesia, mendorong pelestarian tradisi, dan memberikan manfaat ekonomi melalui pariwisata dan ekspor.

Leave a Comment