Video

Tim SAR gabungan temukan jasad dua WNA korban erupsi Dukono

Tim SAR gabungan temukan jasad dua WNA korban erupsi Dukono

Tim SAR gabungan temukan jasad dua WNA – Pada hari Minggu (10/5), tim pencarian dan penyelamatan gabungan berhasil mengidentifikasi dua jenazah warga negara asing (WNA) yang terkena dampak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Erupsi yang terjadi pada hari Jumat (8/5) sebelumnya telah mengakibatkan kerusakan luas di sekitar kawah aktif gunung berapi tersebut. Sejumlah warga terpaksa mengungsi, sementara kondisi cuaca yang tidak menentu dan asap yang mengarah ke arah timur menyulitkan upaya pencarian. Meski demikian, dengan tekad dan kerja sama yang intens, tim SAR akhirnya menemukan jasad dua WNA yang tercatat sebagai korban terakhir dari peristiwa tersebut.

Proses Penemuan dan Kondisi Lapangan

Dalam rangka menangani kasus ini, tim SAR gabungan melibatkan sejumlah instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal. Upaya pencarian dimulai sejak hari kejadian dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Setelah melakukan pemeriksaan di daerah rawan, tim berhasil menemukan jasad dua WNA yang terpapar abu vulkanik. Jenazah tersebut ditemukan di sekitar area terdampak, sekitar 500 meter dari kawah. Abu letusan yang sangat padat dan kondisi medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Erupsi Dukono yang terjadi sejak pukul 15.00 WIT menghasilkan abu vulkanik yang mencapai ketinggian 2.000 meter. Abu tersebut menyebar ke berbagai desa di sekitar kawasan Gunung Dukono, termasuk wilayah Daar, Kalipunu, dan Punduh. Puluhan warga terluka akibat paparan abu, sementara sejumlah orang lain terpaksa berada di pos penjagaan untuk memastikan keamanan. Dengan menemukan jasad dua WNA, tim SAR menyelesaikan tugas mereka dalam upaya menemukan korban yang hilang.

Koordinasi dan Kemajuan Operasi SAR

Dalam operasi SAR, pihak berwenang melakukan koordinasi intensif untuk memastikan setiap titik kejadian dicek secara menyeluruh. TNI dan Polri turut berperan dalam mengawasi area yang berpotensi berbahaya, sementara Basarnas memimpin upaya pencarian korban. Selama tiga hari, tim SAR melakukan pemetaan area, penyelaman, dan penggunaan teknologi seperti drone untuk mempercepat proses. Setelah menemukan jasad dua WNA, tim SAR melaporkan hasilnya kepada Komando Pusat SAR dan menutup operasi.

Menurut Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, penemuan jasad dua WNA adalah bagian dari upaya menemukan korban yang masih belum ditemukan. “Dengan ditemukannya jasad dua WNA Singapura, operasi SAR resmi ditutup,” ujarnya dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa tim SAR tetap memantau kondisi Gunung Dukono untuk mencegah kemungkinan erupsi berikutnya yang bisa mengakibatkan kerusakan lebih lanjut. Selain itu, pihak berwenang juga menyiapkan kebutuhan darurat bagi warga yang masih tinggal di area sekitar gunung berapi.

Menyusul penemuan jasad dua WNA, pemerintah setempat menyatakan bahwa korban erupsi Dukono telah tercatat secara lengkap. Sebelumnya, jumlah korban diperkirakan sekitar 100 orang, termasuk 15 warga negara asing. Dengan menemukan jasad dua WNA, tim SAR telah menyelesaikan 100% dari jumlah korban yang terdaftar. Erupsi Dukono yang berlangsung selama sekitar 2 jam tersebut diakibatkan oleh tekanan magma yang bergerak ke permukaan dan penyumbatan gas vulkanik yang tiba-tiba melepaskan energi.

Penemuan jasad dua WNA juga menjadi penutup dari operasi SAR yang berlangsung di Gunung Dukono. Sejumlah anggota tim SAR mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan karena cuaca yang berubah tiba-tiba dan kondisi medan yang berbatu. Meski demikian, keberhasilan menemukan jasad korban menunjukkan komitmen tinggi para penyelamat dalam menyelidiki setiap kemungkinan kejadian. Sebagai hasil dari operasi ini, sejumlah warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka, setelah menunggu selama tiga hari.

Erupsi Gunung Dukono memang tidak langka, namun dampaknya tergantung pada intensitas dan durasi letusan. Sebelumnya, pada Mei 2023, gunung berapi tersebut juga mengalami erupsi yang mengakibatkan sejumlah korban. Dalam konteks ini, keberhasilan tim SAR gabungan menemukan jasad dua WNA menjadi bukti bahwa prosedur dan persiapan yang matang dapat meningkatkan efektivitas operasi penyelamatan. Pihak berwenang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko alam dan keperluan pengawasan terus-menerus terhadap aktivitas vulkanik.

Leave a Comment