Kortas Tipidkor Lakukan Pemeriksaan dalam Special Plan Proyek Pabrik Gula
Special Plan – Dalam rangkaian investigasi kriminal yang dilakukan oleh Kortas Tipidkor Polri, tim penyidik melakukan pemeriksaan di kantor BUMN konstruksi di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari Special Plan yang ditujukan untuk mengungkap dugaan korupsi terkait proyek revitalisasi Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo.
“Kami mengidentifikasi sejumlah dokumen yang menjadi bukti penting dalam Special Plan ini, termasuk data digital dan email,” ungkap Kombes Pol Gunawan, Kepala Tim Penyidik Dittindak Kortas Tipidkor, saat memberi pernyataan di lokasi penyidikan, Selasa.
Detail Proyek dan Dana yang Digunakan
Proyek modernisasi Pabrik Gula Assembagoes dimulai pada 2016 dan berlangsung hingga 2022, dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun. Dana tersebut terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar dan pinjaman tambahan dari lembaga keuangan sebesar Rp462 miliar lebih. Namun, beberapa indikator utama seperti peningkatan kapasitas giling, kualitas produk, dan produksi listrik untuk ekspor belum mencapai target yang diharapkan.
“Special Plan ini dirancang untuk memastikan transparansi seluruh proses pengelolaan dana proyek,” jelas Gunawan, menambahkan bahwa penyidik sedang memverifikasi akurasi data yang disita.
Hasil pemeriksaan dari kantor BUMN konstruksi mencakup dokumen yang tersebar di dua lantai gedung. Tim menyita sejumlah arsip dari ruang administrasi, teknis, dan keuangan, termasuk surat perintah kerja, kontrak pemasok, serta laporan keuangan.
“Dokumen-dokumen ini menjadi bahan analisis untuk mengidentifikasi kesesuaian penggunaan dana dalam Special Plan,” tambah Gunawan, menjelaskan bahwa penyidik juga menyita barang bukti seperti surat keterangan dan bukti transaksi elektronik.
Keterlibatan Pihak Lain dan Lokasi Penggeledahan
Di luar kantor utama, tim penyidik juga menggeledah empat lokasi tambahan. Lokasi tersebut meliputi rumah Direktur Utama PT Multinas Indonesia, Tjahjadi Dajadibrata, di Galaxy Bumi Permai, Surabaya; kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Ruko Klampis Megah, Surabaya; serta kantor PT Barata Indonesia di Jalan Veteran Nomor 241, Gresik, Jawa Timur.
“Pemeriksaan di empat lokasi ini dilakukan untuk melengkapi data dalam Special Plan, terutama terkait keberterusan dana dari pihak swasta dan pemerintah,” terang Gunawan, menjelaskan bahwa seluruh lokasi telah diperiksa secara menyeluruh.
Penggeledahan di kantor BUMN konstruksi dan lokasi lainnya dilakukan dengan rapi dan terstruktur, menggunakan koper hitam untuk mengangkut barang bukti. Tim penyidik berupaya memastikan semua dokumen terkait proses pengadaan dan manajemen proyek diambil untuk dianalisis.
“Special Plan ini memprioritaskan akurasi dan ketelitian, sehingga kami menyita semua bukti yang relevan, termasuk email dan dokumen terkait pengadaan material,” kata Gunawan, menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung.
Sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti kasus korupsi, Kortas Tipidkor juga menetapkan tim khusus untuk mengumpulkan informasi dari pihak terkait.
“Kami menggandeng dinas terkait untuk memvalidasi data yang diperoleh dalam Special Plan ini,” tambah Gunawan, menjelaskan bahwa penyidikan melibatkan koordinasi dengan BUMN dan lembaga pemantau proyek. Proses ini berjalan terbuka dan memenuhi standar transparansi yang diharapkan publik.
Dalam beberapa hari terakhir, Kortas Tipidkor telah menyita lebih dari 500 dokumen yang terkait dengan proyek Pabrik Gula Assembagoes. Dokumen tersebut dikategorikan sebagai bukti utama dalam Special Plan, yang juga mencakup data keuangan, laporan progres, dan dokumen kontrak.
“Special Plan ini menekankan pada pengungkapan seluruh aspek keuangan dan teknis proyek, agar tidak ada bukti yang terlewat,” lanjut Gunawan, menambahkan bahwa penyidik sedang meneliti apakah ada indikasi penyalahgunaan dana yang mengarah pada keuntungan pribadi.
Menurut Gunawan, penyidikan yang berlangsung sejak awal tahun ini adalah bagian dari upaya pengendalian korupsi di sektor BUMN.
“Special Plan ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk mengungkap praktek korupsi yang menguras anggaran negara,” jelasnya. Proses penyidikan diharapkan memberikan kejelasan mengenai peran para pejabat dalam proyek yang sempat menuai kontroversi.
