Main Agenda Legislator Dukung Mentan Stabilkan Harga Telur Tingkat Peternak
Main Agenda – Langkah pemerintah dalam upaya menjaga keseimbangan harga telur ayam tingkat peternak mendapat dukungan penuh dari para anggota legislatif. Dalam rangka Main Agenda yang diusung oleh DPR RI, sejumlah legislator memberikan apresiasi terhadap peran Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, dalam mengatasi fluktuasi harga telur yang pernah menyulitkan sektor peternakan. Rapat Kerja Komisi IV dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional yang berlangsung di Jakarta, Rabu (10/6), menjadi wadah untuk membahas strategi stabilisasi harga melalui kebijakan yang lebih responsif.
“Terima kasih, Bapak Menteri. Ketegasan Anda dalam menjaga harga telur dan ayam hidup terasa jelas, sehingga para peternak bisa pulih dari kesulitan yang dihadapi,” kata Herry Dermawan, anggota Komisi IV, dalam sesi diskusi.
Pendekatan Holistik untuk Stabilisasi Harga Telur
Menurut Herry, kebijakan yang diambil Kementerian Pertanian selama beberapa minggu terakhir telah menunjukkan hasil yang memadai. Ia menekankan bahwa Main Agenda ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perbaikan kondisi ekonomi para pelaku usaha. “Kenaikan harga telur ayam ras di tingkat produsen terlihat jelas, bahkan di beberapa wilayah harganya mencapai Rp24.000 per kilogram,” ujarnya. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah sedang berjalan efektif.
Dalam diskusi tersebut, Herry juga menyampaikan bahwa Main Agenda ini bertujuan untuk menegaskan komitmen pemerintah terhadap sektor pertanian. “Kami berharap kebijakan stabilisasi harga telur bisa berlanjut hingga menghasilkan peningkatan yang berkelanjutan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa legislator tidak hanya bersikap mendukung, tetapi juga berperan aktif dalam mengawasi implementasi kebijakan.
Stabilitas Harga Telur Ayam dan Ayam Pedaging
Penurunan harga telur ayam ras yang terjadi selama sebulan terakhir mulai membaik, berkat Main Agenda yang diusung oleh Kementerian Pertanian. Dengan harga telur saat ini berkisar Rp23.000 hingga Rp24.000 per kilogram, Herry yakin peternak akan kembali merasa sejahtera. “Harga telur sekarang sudah naik, semoga terus meningkat hingga mencapai Rp26.000 per kilogram,” harapnya.
Sementara itu, kenaikan harga ayam hidup juga tercatat. Sebelumnya, harga mencapai Rp12.000 per kilogram, namun kini naik ke Rp16.000 per kilogram. “Ini adalah bukti bahwa Main Agenda yang dijalankan pemerintah sedang memberikan dampak positif, baik untuk telur maupun ayam pedaging,” jelas Herry. Dengan peningkatan ini, peternak pedaging pun mulai mendapat keuntungan yang lebih sehat.
Di samping itu, Herry mengapresiasi upaya Mentan dalam memberikan insentif bagi para peternak. “Pemerintah berusaha memastikan bahwa kebijakan Main Agenda ini tidak hanya sekadar pernyataan, tetapi juga dijalankan secara konkret,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa harmonisasi antara regulasi dan kebijakan menjadi kunci keberhasilan upaya stabilisasi harga.
Pengawasan Kebijakan Harga Acuan Pembelian (HAP)
Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional, mengatakan bahwa pemerintah sedang mengawasi penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram. “Para peternak diimbau untuk aktif mengawasi kebijakan ini agar bisa mendukung keberlanjutan Main Agenda,” tambahnya. Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa harga telur tidak lagi terpeng
