Ekonomi

Kaltara kembangkan proyek strategis kawasan industri hingga PLTA

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Kaltara Perkuat Kerja Sama Perbatasan dengan Sabah di Sidang Sosek Malindo ke-28

Beritaturah.com – Tarakan, Kalimantan Utara (ANTARA) — Gubernur Zainal A Paliwang menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tengah menggenjot sejumlah proyek strategis. Inisiatif tersebut mencakup Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, PLTA Kayan Cascade, serta hilirisasi sektor perikanan dan rumput laut. Pengembangan energi hijau juga menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Potensi besar ini menjadi modal penting untuk mendukung rantai pasok IKN, sekaligus memperkuat daya saing kawasan perbatasan agar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan.

Peluang Kolaborasi Bersama Sabah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Kaltara dan Sabah. Berbagai sektor menjadi fokus kolaborasi, mulai dari perdagangan, investasi, logistik, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga ketahanan pangan.

Sidang ke-28 Sosek Malindo dihadiri langsung oleh Ketua Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo Negeri Sabah Datuk Jamili Nais beserta jajaran. Kehadiran juga dari Konsulat Republik Indonesia di Tawau, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.

Sidang ke-28 Sosek Malindo merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang berlangsung di Sandakan, Malaysia, pada 2025. Forum ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala untuk meningkatkan efektivitas kerja sama kedua wilayah.

Rekomendasi Realistis untuk Masyarakat Perbatasan

Gubernur Zainal menekankan pentingnya rekomendasi yang dihasilkan sidang. Ia berharap rekomendasi tersebut realistis, dapat dilaksanakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di kedua negara.

Saya berharap seluruh delegasi mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap pembahasan agar memberi manfaat bagi Indonesia serta Malaysia.

Hubungan antara Kaltara dan Sabah memiliki nilai strategis karena tidak hanya didukung kedekatan geografis, tetapi juga kesamaan budaya dan hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama. Aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran sosial budaya menjadikan kawasan perbatasan sebagai ruang kehidupan bersama yang terus berkembang.

Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pada persidangan kali ini. Kehadiran seluruh delegasi menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kaltara dan Sabah.

Leave a Comment