Politik

Key Strategy: Komisi XIII sebut program ketahanan pangan Imipas jadi terobosan

Key Strategy: Kemenimipas Diapresiasi Komisi XIII DPR RI atas Inovasi Program Pangan

Key Strategy – Jakarta – Komisi XIII DPR RI memberikan apresiasi terhadap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) atas inisiatif inovatif dalam program ketahanan pangan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Wakil Ketua Komisi XIII, Dewi Asmara, mengungkapkan bahwa pendekatan ini menjadi terobosan penting dalam memperkuat Key Strategy pemerintah untuk membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkelanjutan.

Kegiatan Bakti Sosial di Lapas Warungkiara

Dalam kunjungan terbaru ke Lapas Kelas IIA Warungkiara, Sukabumi, Dewi Asmara menyaksikan kegiatan bakti sosial yang menunjukkan keberhasilan Key Strategy Kemenimipas. Program ini mencakup bedah rumah bagi warga sekitar serta optimalisasi sarana asimilasi dan edukasi. Selain itu, terdapat renovasi masjid di Kampung Warungkiara yang menjadi bagian dari lingkungan Lapas. Dewi menekankan bahwa Key Strategy ini bukan hanya bermanfaat bagi para warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat sekitar.

“Pemasyarakatan tidak hanya berupa upaya integrasi, tetapi telah secara langsung melibatkan warga binaan dalam memberikan manfaat ke masyarakat. Ini membuktikan bahwa Key Strategy dalam pemasyarakatan bisa menghasilkan dampak positif,” ujar Dewi Asmara.

Kegiatan bakti sosial tersebut didanai dari hasil panen raya pangan warga binaan yang digelar 15 Januari 2026 di Lapas Kelas I Cirebon. Bahan konstruksi yang digunakan meliputi batako press, paving blok, serta sisa-sisa limbah dari pembakaran batu bara, yang dikenal sebagai fly ash and bottom ash (FABA). Limbah ini berasal dari Lapas Kelas I Tangerang dan digunakan untuk memperkuat Key Strategy dalam pengurangan sampah serta penghematan biaya.

Program Ketahanan Pangan dan Pemulihan Sosial

Kemenimipas, menurut Dewi, telah menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat melalui Key Strategy yang berfokus pada pemberdayaan sosial. Program ketahanan pangan di Lapas Warungkiara, misalnya, tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi alat pemulihan bagi para warga binaan. Di sini, mereka terlibat dalam peternakan ayam petelur, domba, sapi, serta budidaya sayuran dan hortikultura.

“Key Strategy ini menunjukkan bahwa lapas bisa menjadi ruang yang produktif, bukan hanya tempat berita negatif yang selama ini kita kaitkan dengan pemasyarakatan,” tambah Dewi Asmara. “Dengan Key Strategy seperti ini, kita melihat pergeseran paradigma yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.”

Menurut Dewi, program ketahanan pangan merupakan bagian dari Key Strategy pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pemulihan sosial. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemandirian warga binaan, tetapi juga membangun hubungan saling menguntungkan dengan komunitas lokal. Selain itu, Key Strategy ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko kemiskinan dan penyalahgunaan sumber daya alam di kalangan warga binaan.

Implementasi Key Strategy di Berbagai Lapas

Dewi Asmara menyebutkan bahwa Key Strategy Kemenimipas tidak hanya berfokus pada satu Lapas saja, tetapi telah diimplementasikan di beberapa lembaga pemasyarakatan lain. Program ini mencakup pendekatan holistik yang melibatkan peningkatan kapasitas warga binaan, pengelolaan sumber daya pangan, dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Di Lapas Kelas II Banyuwangi, misalnya, Key Strategy tersebut diaplikasikan melalui pelatihan keterampilan pertanian dan penggunaan teknologi modern dalam produksi pangan.

“Key Strategy ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak lagi sekadar penjara, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional,” jelas Dewi. “Dengan memperkuat kerja sama antarinstansi, kita mampu menciptakan dampak lebih luas.”

Kemenimipas juga melibatkan berbagai elemen seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi lokal dalam menjalankan Key Strategy ini. Hal ini mencerminkan upaya untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Dewi menilai bahwa Key Strategy yang terus ditingkatkan akan menjadi pilar utama dalam transformasi pemasyarakatan di masa depan.

Program ketahanan pangan di berbagai Lapas, menurut Dewi, merupakan bukti nyata bahwa Key Strategy bisa mengubah citra institusi pemasyarakatan menjadi lebih inklusif. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dan memperkuat peran Kemenimipas dalam pembangunan sosial. Dengan Key Strategy yang terus diperluas, Kemenimipas diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan untuk seluruh warga binaan.

Leave a Comment