Bisnis

Gubernur Aceh minta bantuan Hasyim kembangkan KEK Arun untuk migas

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Gubernur Aceh minta bantuan Hasyim untuk Akselerasi Pengembangan KEK Arun

Beritaturah.com – Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah resmi mengajukan permohonan dukungan kepada Hasyim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Perubahan Iklim. Dalam inisiatif strategis ini, Gubernur Aceh minta bantuan Hasyim untuk membantu mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe. Pengembangan ini difokuskan pada penguatan investasi dan hilirisasi sektor minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi tulang punggung ekonomi Aceh.

Nurlis Effendi, Juru Bicara Pemerintah Aceh, mengonfirmasi bahwa pernyataan tersebut disampaikan di Banda Aceh pada hari Kamis. Ia menjelaskan bahwa Gubernur Muzakir Manaf, yang juga dikenal dengan sebutan Mualem, telah melakukan pertemuan langsung dengan Hasyim Djojohadikusumo di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu investasi dan hilirisasi di wilayah Aceh.

Perluasan Investasi di Blok Andaman

Menurut Nurlis, salah satu fokus utama dalam pembahasan adalah pengembangan Blok Andaman yang dikelola oleh Mubadala Energy. “Gubernur Mualem menekankan pentingnya pengembangan industri hilir atas sumber daya gas yang dihasilkan dari Blok Andaman,” jelas Nurlis. Hal ini sejalan dengan upaya Gubernur Aceh minta bantuan Hasyim untuk memastikan bahwa nilai tambah dari sumber daya alam Aceh tidak hanya dinikmati oleh perusahaan asing, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.

Pemerintah Aceh juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Pusat. Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki pandangan bahwa setiap kebijakan dalam pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Aceh sebagai daerah penghasil migas.

Hilirisasi sebagai Strategi Penguatan Ekonomi

Gubernur Aceh menilai bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya industri berbasis gas, serta meningkatkan daya saing perekonomian Aceh secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Aceh berharap dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Prinsipnya sama-sama senang. Perusahaan dapat laba, pemerintah pusat ada pemasukan, pemerintah Aceh dapat untung, dan terjadi multiplier effect ekonomi yang mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Gubernur Muzakir Manaf dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat bahwa langkah awal ini akan memperkuat sinergi antara pusat dan Aceh dalam mengoptimalkan potensi sumber daya energi Aceh melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi industri, serta pembangunan yang berorientasi bagi kesejahteraan masyarakat. Gubernur Aceh minta bantuan Hasyim untuk terus mendorong kolaborasi ini agar menghasilkan dampak jangka panjang yang positif.

Untuk itu, Gubernur Mualem menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Aceh memberikan kepastian bagi para investor. Memberi kemudahan dalam proses investasi, termasuk penyederhanaan dan percepatan pelayanan perizinan,” ujar Nurlis Effendi. Dengan dukungan dari Hasyim Djojohadikusumo, diharapkan KEK Arun dapat menjadi pusat industri migas yang modern dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Pengembangan KEK Arun juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investor asing dan domestik untuk berinvestasi di sektor hilir migas. Hal ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah.

Leave a Comment