Metro

Historic Moment: Pemkot Jakut latih pengelola RPTRA mendongeng, bangun imajinasi anak

Pemkot Jakarta Utara Tingkatkan Literasi Anak dengan Pelatihan Mendongeng

Historic Moment: Kota Jakarta Utara melangsungkan pelatihan mendongeng yang menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan literasi anak. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berimajinasi dan kebiasaan baca generasi muda, dengan melibatkan 120 pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah. Pelatihan yang berlangsung di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, menggunakan tema “Membangun Imajinasi Anak Lewat Cerita” untuk menciptakan pengalaman edukatif yang menyenangkan. Dengan pendekatan interaktif, program ini diharapkan memperkuat peran RPTRA sebagai ruang pembelajaran non-formal yang memberikan dampak jangka panjang pada perkembangan kognitif anak.

Komitmen Membentuk Sumber Daya Manusia Berkualitas

Dalam pelatihan tersebut, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengungkapkan bahwa ini adalah historic moment dalam pengembangan karakter anak. “Mendongeng menjadi sarana unik untuk melatih sumber daya manusia berkualitas sejak usia dini,” jelas Hendra. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan menghibur, tetapi juga membangun nilai-nilai moral, empati, serta kreativitas melalui metode cerita yang dinamis. Hendra menyatakan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal memerlukan pengalaman bercerita yang menarik dan memotivasi, sehingga pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

“Melalui cerita, anak-anak didorong untuk berimajinasi, berpikir kreatif, dan memperkuat ikatan emosional dengan orang dewasa di sekitarnya,” kata Hendra. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jakut untuk menghadirkan inovasi dalam pendidikan non-formal, khususnya di lingkungan publik yang ramah anak.

Metode Interaktif untuk Membangun Keterampilan

Pelatihan mendongeng di Jakarta Utara diisi oleh Tri Sujarwo, pendongeng dan penulis yang berpengalaman. Ia membagikan teknik bercerita yang berfokus pada interaksi langsung antara pemateri dan peserta, serta penggunaan bahasa yang penuh warna untuk memancing partisipasi anak. “Historic Moment ini adalah kesempatan untuk memberikan bekal praktis kepada pengelola RPTRA agar bisa menerapkan pendekatan ini secara konsisten di tempat mereka,” terang Tri. Metode yang diterapkan meliputi latihan menyampaikan cerita secara berbeda, menggali koneksi emosional, dan menumbuhkan kebiasaan menceritakan kisah dalam rutinitas sehari-hari.

Kolaborasi CSR dan Pemkot dalam Meningkatkan Literasi

Kemitraan antara CSR Solidaritas Erlangga dengan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Jakarta Utara serta Tim Penggerak PKK menjadi penunjang keberhasilan pelatihan ini. Aulia, perwakilan CSR Solidaritas Erlangga, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkaya minat baca anak di Indonesia. “Historic Moment yang diadakan di Jakarta Utara menggambarkan kerja sama yang konsisten antara sektor publik dan swasta dalam mendorong literasi,” tambahnya. Ia menyatakan bahwa program ini telah membawa dampak positif, terutama di daerah kedua setelah Jakarta Timur.

Manfaat Berkelanjutan untuk Anak dan Masyarakat

Manfaat pelatihan mendongeng ini tidak hanya terbatas pada kesenangan semata. Pemkot Jakut mengklaim bahwa kegiatan ini telah membuka peluang untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak secara alami. Sejumlah pengelola RPTRA menyatakan bahwa mereka kini lebih percaya diri dalam merancang sesi cerita yang bisa menarik perhatian berbagai usia. “Historic Moment ini memberi kita alat untuk mengubah RPTRA menjadi ruang edukasi yang lebih hidup,” ujar salah satu peserta pelatihan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sejak dini.

Langkah Menuju Literasi Anak yang Berkelanjutan

Program pelatihan mendongeng ini dianggap sebagai bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Jakarta Utara dalam membangun ekosistem literasi anak. “Historic Moment ini adalah awal dari transformasi yang lebih luas,” kata Aulia. Ia menambahkan bahwa CSR Solidaritas Erlangga berencana melanjutkan program serupa di wilayah lain, termasuk menggandeng pihak ketiga untuk memastikan konsistensi pelatihan. Dengan penguasaan metode mendongeng, pengelola RPTRA diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna, di mana anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga menjadi bagian dari proses kreativitas.

Historic Moment yang diadakan di Jakarta Utara menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta bisa membawa perubahan signifikan. Pelatihan ini tidak hanya mengasah keterampilan berkomunikasi, tetapi juga membentuk pola pikir anak-anak untuk menjadi lebih kreatif dan empatik. Dengan metode ini, Pemkot Jakut berkomitmen menghadirkan inovasi dalam pendidikan non-formal, memastikan bahwa RPTRA bukan hanya sebagai ruang bermain, tetapi juga sebagai medium pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.

Leave a Comment