Bisnis

BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

BRIDA Tulungagung Dorong Pengembangan Kopi sebagai Komoditas Unggulan Daerah

Beritaturah.com – Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) – BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi melalui berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat posisi komoditas ini sebagai unggulan daerah. Forum Ngolah Pikir dan Inspirasi (Ngopi) menjadi salah satu wadah penting bagi Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tulungagung dalam mendorong pertumbuhan sektor kopi secara berkelanjutan. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari petani lokal, akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah dalam satu platform kolaboratif.

Acara yang diselenggarakan di Lapangan Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo pada hari Sabtu tersebut dihadiri oleh sejumlah pelaku industri kopi lokal yang beroperasi di wilayah ini. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antar-sektor dalam mengembangkan potensi kopi di Tulungagung. BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi dengan pendekatan berbasis riset dan inovasi yang terukur.

Peran Strategis dalam Pengembangan Sektor Kopi

Kepala BRIDA Tulungagung, Wahiyd Masrur, yang hadir secara langsung menyampaikan bahwa pengembangan kopi memiliki potensi ganda yang luar biasa. Di satu sisi, sektor ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan, sementara di sisi lain mendukung pelestarian kawasan hutan yang ada. Tanaman kopi dapat dibudidayakan tanpa mengubah tutupan vegetasi yang ada, sehingga memberikan manfaat ekologis yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Kopi menjadi solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Karena itu, pengembangannya perlu didukung melalui riset dan kolaborasi berbagai pihak,” kata Wahiyd Masrur dalam sambutannya.

Menurut Wahiyd, beberapa kecamatan di Tulungagung memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Pagerwojo, Sendang, Gondang, Campurdarat, Besuki, Tanggunggunung, hingga Pucanglaban. BRIDA berkomitmen untuk memperkuat sektor ini dengan menyediakan data dan hasil riset sebagai landasan penyusunan kebijakan serta pengembangan produk kopi khas daerah. BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi melalui program pendampingan teknis bagi petani.

Petani Lokal Bagikan Pengalaman Budidaya

Dalam forum tersebut, BRIDA menghadirkan petani kopi sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai budidaya hingga pemasaran hasil panen. Badi (58), petani sekaligus pelaku industri kopi lokal lereng Gunung Wilis, menjelaskan bahwa budidaya kopi memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan. Tanaman ini tumbuh di bawah naungan pohon-pohon yang sudah ada, sehingga mampu menjaga fungsi konservasi air dan kelestarian hutan secara optimal.

Badi yang bermukim di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, mulai mengembangkan kopi arabika sejak tahun 2018. Keputusan ini diambil setelah ia mengikuti sosialisasi dari Bank Indonesia Kediri mengenai potensi budidaya kopi di kawasan pegunungan. Dengan ketinggian lahan sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, Badi menanam sekitar 4.000 pohon kopi arabika yang kini menjadi sumber pendapatan utama keluarganya. BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi dengan memberikan dukungan akses pasar bagi petani lokal.

“Sekarang ekonomi keluarga kami ditopang dari kopi. Istri dan anak juga ikut mengelola usaha ini,” katanya.

Hasil panen sebagian besar diolah menjadi kopi sangrai dengan merek Kopi Mbah Badi. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dibandingkan menjual biji kopi mentah langsung ke pasar. BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi melalui program penguatan rantai nilai yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Masa Depan Kopi Tulungagung yang Lebih Cerah

BRIDA berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dapat mempercepat lahirnya kopi khas Tulungagung yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional. Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat kesejahteraan petani di kawasan pegunungan secara berkelanjutan. BRIDA Tulungagung dorong pengembangan kopi dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi yang sesuai dengan standar pasar global.

Leave a Comment