Video

New Policy: 20 ruas jalan IJD Sulsel rampung, usulan baru fokus ketahanan pangan

New Policy: 20 Ruas Jalan IJD Sulsel Rampung, Fokus Ketahanan Pangan Ditingkatkan

New Policy – Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan, pemerintah Sulawesi Selatan meluncurkan new policy yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jalan khususnya di koridor pertanian. Proyek Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) telah menyelesaikan 20 segmen jalan dengan total panjang mencapai 62,54 kilometer, tersebar di 20 kabupaten dan kota. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp258,175 miliar, yang merupakan bagian dari strategi new policy untuk mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar.

Strategi Baru dalam Pembaruan Jaringan Jalan

new policy yang diterapkan dalam program IJD 2027 menekankan pentingnya ketersediaan aksesibilitas yang optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut Indra Cahya Kusuma, kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulsel, penyesuaian fokus ini bertujuan memastikan hubungan yang lebih kuat antara sentra produksi pertanian dan konsumen. “Kami sedang menyesuaikan usulan IJD 2027 agar lebih mengarah pada koridor yang menghubungkan daerah penghasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan pusat distribusi,” terang Indra Cahya Kusuma.

Keputusan untuk memprioritaskan jalur pangan dalam new policy tidak hanya bertujuan mempercepat distribusi barang tetapi juga meningkatkan nilai tambah untuk produk pertanian lokal. Dengan memperbaiki kualitas jalan, pengiriman hasil panen ke daerah pemasaran dapat berjalan lebih efisien, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk pertanian Sulsel di pasar nasional. Selain itu, new policy ini juga bertujuan menurunkan risiko ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Pengembangan jaringan jalan dalam new policy di Sulsel juga disesuaikan dengan kondisi geografis dan pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada ruas yang paling kritis dalam menghubungkan sentra produksi ke area pemasaran. Indra Cahya Kusuma menambahkan, “Kami menganalisis kebutuhan daerah secara menyeluruh sebelum memutuskan pengembangan ruas jalan. Kini, new policy mengutamakan koridor yang menunjang ketahanan pangan.”

Dalam rangka mendukung new policy ini, pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah pemangku kepentingan seperti perusahaan logistik, pengusaha lokal, dan petani. Kemitraan ini bertujuan memastikan bahwa proyek IJD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga pada keberlanjutan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Selain memperbaiki infrastruktur, new policy juga mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan dalam setiap tahap pembangunan,” jelas Indra Cahya Kusuma.

Proyek IJD yang telah rampung selama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah Sulsel untuk meningkatkan daya tahan pangan. Dengan new policy yang lebih terarah, harapan ada bahwa hasil pertanian daerah dapat dipasarkan lebih luas dan lebih cepat. Ini juga membantu mengurangi risiko gagal panen serta meningkatkan akses pasar untuk produk pertanian lokal.

Sebagai bagian dari new policy yang diterapkan, pengembangan jaringan jalan juga dilakukan dengan pertimbangan dampak lingkungan. Pemerintah Sulsel berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan ekosistem pertanian. “Kami melakukan studi dampak lingkungan sebelum memulai proyek, dan menyesuaikan rencana dengan kebutuhan masyarakat,” kata Indra Cahya Kusuma. Dengan demikian, new policy tidak hanya meningkatkan ketersediaan jalan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan pertanian daerah.

Leave a Comment