Hukum

KPK temukan petunjuk dugaan intervensi BPK RI saat geledah BPK Sumsel

KPK Temukan Petunjuk Dugaan Intervensi BPK RI dalam Penyelidikan

KPK temukan petunjuk dugaan intervensi BPK RI – Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan bukti yang menunjukkan kemungkinan adanya intervensi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat selama operasi penyelidikan di kantor perwakilan BPK Sumatera Selatan. Penggeledahan ini dilakukan penyidik pada Selasa (23/6) dan berdampak pada pengembangan kasus dugaan suap terhadap Bupati Muara Enim nonaktif Edison.

Penyitaan Dokumen terkait Perubahan Hasil Audit

Dalam proses penyelidikan, tim KPK menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan perubahan opini audit dari wajar dengan pengecualian (WDP) ke wajar tanpa pengecualian (WTP), khususnya terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Dokumen-dokumen ini berisi petunjuk adanya upaya mengubah hasil pemeriksaan setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Edison.

“Penyidik akan menganalisis semua barang bukti yang diperoleh dalam penggeledahan ini,” terang Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Konteks Kasus Suap Edison

KPK sebelumnya menangkap 10 orang dalam OTT yang berlangsung pada 7–8 Juni 2026. Lima orang ditahan di Jakarta, sementara lima lainnya di Sumatera Selatan. Operasi tersebut menjadi OTT ke-12 dalam rangkaian penyelidikan tahun 2026. Edison adalah salah satu dari pihak yang diamankan.

Penetapan Tersangka dalam Kasus Suap

Di hari berikutnya, yaitu 9 Juni 2026, KPK menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa serta penerimaan dana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025–2026. Mereka meliputi Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi, serta Adi Triyadi, yang merupakan keponakan Edison.

Pada 10 Juni 2026, KPK melakukan OTT lanjutan yang menangkap lima aparatur sipil negara (ASN) dari BPK RI. Operasi ini menjadi OTT ke-13 sepanjang 2026. Dalam penyelidikan terkait perubahan hasil audit BPK terhadap Muara Enim tahun 2025, lima tersangka baru ditetapkan. Mereka adalah Edison, Cory Erin Hardi, Direktur PT Millenium Solusi Abadi Fika, Augusz Dewanggara yang pernah menjabat staf ahli anggota DPR RI, serta Titin Rita Lestari, ASN BPK RI yang dulu menjadi ketua tim pemeriksaan.

Leave a Comment