HUT ke-544 Kota Bogor: Dedie Ajak Warga Berpegang pada Tritangtu
HUT ke 544 Kota Bogor – Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-544 Kota Bogor yang berlangsung pada 27 April 2023, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Tritangtu. Filosofi ini, yang terkandung dalam naskah kuno Sang Hyang Siksa Karesian, menjadi pengingat akan akar budaya dan tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun. Dedie berharap, dengan memperkuat prinsip-prinsip ini, warga Kota Bogor dapat menjaga keseimbangan antara kehidupan modern dan warisan leluhur yang menjadi fondasi identitas masyarakat setempat.
Asal Usul Tritangtu dalam Sejarah Kota Bogor
Tritangtu, sebagai konsep filosofis yang memadukan Prabu, Rama, dan Resi, memiliki peran penting dalam membentuk sikap hidup masyarakat Bogor. Prabu mewakili kekuasaan, Rama mengacu pada keadilan, dan Resi menggambarkan kesadaran akan tujuan hidup yang lebih tinggi. Dedie menjelaskan bahwa Tritangtu tidak hanya sekadar slogan, tetapi juga panduan konkret dalam membangun masyarakat yang harmonis, beretika, dan berkeadilan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa nilai-nilai ini harus diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.
Dedie menggarisbawahi pentingnya Tritangtu sebagai bentuk pengingat akan kebijaksanaan leluhur yang masih relevan dalam konteks masa kini. “Triniti ini bukan sekadar simbol, tetapi prinsip-prinsip yang harus dihayati dan diaktualisasikan dalam tindakan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Dedie, pengamalan Tritangtu bisa terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti gotong royong, penghormatan kepada orang tua, dan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menyoroti peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang memahami makna filosofi ini. “Anak-anak muda adalah penentu masa depan Kota Bogor. Mereka harus diberi kesempatan untuk belajar dan melatih nilai-nilai Tritangtu melalui kurikulum sekolah maupun lingkungan keluarga,” tambahnya.
Kegiatan Kreatif untuk Memperkuat Nilai Tritangtu
Pada acara HUT ke-544, berbagai kegiatan kreatif diadakan untuk memperkenalkan dan melestarikan Tritangtu kepada generasi muda. Salah satunya adalah pameran budaya yang menampilkan seni tari, musik tradisional, dan kerajinan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat edukasi bagi masyarakat untuk mengenang sejarah kota serta kearifan lokal yang dimilikinya. Dedie juga meminta seluruh warga Kota Bogor untuk terus memperkuat nilai-nilai tersebut melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Dalam rangkaian acara, para pemuda dan pemudi Kota Bogor turut andil dalam menciptakan inisiatif baru, seperti kampanye digital yang menampilkan kisah-kisah inspiratif tentang Tritangtu. Dedie menyatakan bahwa pembangunan Kota Bogor tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berakar pada nilai-nilai tradisional. “Masa depan Kota Bogor akan lebih baik jika kita tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip Tritangtu,” tuturnya.
Komitmen untuk Melestarikan Budaya Lokal
Wali Kota Dedie Rachim juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan yang menginspirasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kota tempat mereka lahir. Dedie menjelaskan bahwa Tritangtu menjadi landasan bagi pembangunan yang berkelanjutan, sebab nilai-nilai ini mengandung makna keadilan, kebersamaan, dan kesadaran akan tanggung jawab sosial.
Menurut Dedie, keberhasilan penerapan Tritangtu bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. “Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai ini tidak hanya diucapkan, tetapi dihayati dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. Dalam kesempatan ini, ia juga meminta seluruh warga Kota Bogor untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat yang unik.
Penulis: Fadzar Ilham Pangestu, Dudy Yanuwardhana, Rijalul Vikry
