Perubahan Gaya Hidup Sehat Berperan dalam Menekan Gen Diabetes
Main Agenda – Jakarta – Dalam sebuah acara media di Jakarta, Prof. Dante Saksono Harbuwono, ketua Hisobi, menekankan peran penting perubahan gaya hidup sehat dalam mengurangi risiko gen diabetes. Ia menjelaskan bahwa modifikasi gaya hidup ini menjadi bagian dari pengobatan diabetes pada setiap tahap, bahkan bagi orang yang belum terdiagnosis. Dengan adopsi kebiasaan sehat, individu dapat mengurangi dampak genetik penyakit diabetes secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesehatan secara umum.
Pengaruh Genetik pada Risiko Diabetes
Prof. Dante mengungkapkan bahwa jumlah kasus diabetes terus meningkat seiring waktu. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan genetik penyakit tersebut yang semakin rapat. Menurutnya, jika salah satu orang tua menderita diabetes, risiko anak terkena penyakit ini meningkat enam kali lipat. Namun, risiko lebih besar lagi jika kedua orang tua mengidap diabetes. Studi terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik berkontribusi sekitar 60-80% pada risiko terkena diabetes tipe 2, tetapi perubahan lingkungan seperti pola makan dan aktivitas fisik juga memiliki peran besar.
“Jadi kurvanya tidak linier, tetapi eksponensial. Semakin banyak faktor carrier gen diabetes yang diwariskan, semakin tinggi kemungkinan penyakit ini menyebar ke anak,” kata Prof. Dante. Hal ini membuktikan bahwa gen diabetes bukanlah takdir mutlak, melainkan bisa dikendalikan melalui faktor lingkungan yang disadari dan dikelola.
Menurut Dante, komplikasi diabetes bisa muncul sebelum diagnosis resmi. Hal ini terjadi bersamaan dengan masalah faktor risiko lain seperti kolesterol tinggi dan obesitas. “Karena itu, obesitas menjadi faktor penting. Kita bisa mengubah diagnosis diabetes atau mengatasi obesitas, tergantung pada pilihan,” pungkasnya. Faktor seperti tingkat stres, pola tidur, dan konsumsi gula juga berperan dalam memperkuat atau melemahkan efek gen diabetes.
Strategi Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Diabetes
Main Agenda menyoroti bahwa perubahan gaya hidup sehat tidak hanya tentang menghindari kebiasaan buruk, tetapi juga tentang membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan jangka panjang. Olahraga rutin, seperti jalan kaki atau bersepeda, serta konsumsi makanan rendah gula dan tinggi serat, adalah langkah kunci dalam mengurangi risiko gen diabetes. Dengan disiplin dalam hal ini, tubuh bisa menekan faktor risiko yang selama ini dianggap sebagai ancaman tak terelakkan.
Meski memiliki gen diabetes, tidak semua orang pasti terkena penyakit tersebut. Contohnya, seseorang bisa terdiagnosis diabetes di usia 70-80 tahun jika terus menjaga gaya hidup sehat, sehingga kadar gula darah tetap terkendali. Selain itu, tingkat kebugaran fisik dan pengelolaan berat badan juga memainkan peran kritis dalam menekan potensi genetik yang mungkin menyerang kesehatan.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan gen diabetes yang bawaan tetap bisa mempertahankan kesehatan jika berkomitmen pada gaya hidup sehat. Misalnya, pengurangan konsumsi makanan olahan dan peningkatan asupan sayur serta buah dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan faktor penting dalam pencegahan diabetes. Main Agenda menekankan bahwa upaya ini perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
