Key Discussion: Bank Permata Dorong Mahasiswa Perkuat Ekonomi Hijau dan Teknologi
Key Discussion – Jakarta – Bank Permata terus mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem inovasi di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya melalui program Road to Permata INSPIRE. Program ini menjadi salah satu inisiatif utama bank dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan di bidang ekonomi hijau dan teknologi, dua sektor kritis dalam transformasi ekonomi nasional. Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, Bank Permata bekerja sama dengan Katadata Green serta berbagai universitas, seperti Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, untuk menciptakan ruang diskusi dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Strategi Kolaborasi untuk Membentuk Talent Masa Depan
Key Discussion: Program Road to Permata INSPIRE dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan komunitas lokal. Melinda Hoesain, Division Head Corporate Relation & CSER Permata Bank, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menginspirasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan digitalisasi. “Dengan menggabungkan kekuatan tiga pihak ini, kami percaya akan muncul ide-ide kreatif yang mampu memimpin perubahan di sektor ekonomi hijau dan teknologi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa. Sebagai bagian dari target Net Zero Emission 2060, program ini menjadi wadah untuk menumbuhkan talenta yang mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi antara bank, universitas, dan komunitas dianggap sebagai kunci untuk mendorong ekonomi hijau yang tangguh. Key Discussion ini memperlihatkan bagaimana inisiatif bersama bisa menciptakan solusi yang inklusif dan inovatif.
Ekonomi Hijau dan Kebutuhan Talent Digital
Key Discussion: Dalam sesi diskusi, para peserta memperdebatkan peran mahasiswa dalam mewujudkan ekonomi hijau yang mengutamakan keberlanjutan. Selain itu, program ini juga fokus pada kebutuhan akan 12 juta talenta digital yang diperkirakan dibutuhkan Indonesia pada 2030. Ahmad Mikail Madjid, Direktur Teknologi Permata Bank, menambahkan bahwa teknologi menjadi alat penting untuk menciptakan inovasi adaptif yang bisa menyelesaikan masalah lingkungan serta meningkatkan kualitas layanan keuangan. “Key Discussion ini menegaskan bahwa ekonomi hijau dan digital tidak bisa dipisahkan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan di Universitas Multimedia Nusantara
Satu rangkaian acara utama adalah forum “ESG for Tomorrow Leaders” di Universitas Multimedia Nusantara, yang berlangsung pada 21 Mei 2026. Katharine Grace, Chief of Corporate Affairs & Sustainability Permata Bank, mengatakan bahwa ESG (Environmental, Social, and Governance) menjadi dasar pengambilan keputusan dalam transformasi bisnis. “Key Discussion di sini membuktikan bahwa keberlanjutan ekonomi bisa diintegrasikan dengan inovasi teknologi, yang merupakan salah satu prioritas kami,” tambah Katharine. Acara ini juga menampilkan diskusi tentang bagaimana teknologi bisa memperkuat ekonomi hijau melalui pengurangan emisi karbon dan pengelolaan sumber daya secara efisien.
Key Discussion: Mahasiswa ditantang untuk menjadi pionir dalam membangun ekonomi hijau yang digital. Permata Bank memastikan program ini tidak hanya memberi wawasan, tapi juga memfasilitasi praktik langsung dalam mengaplikasikan konsep inovasi.
Kemitraan dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Pada 2026, program ini juga digelar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dengan tema “Beyond Profit: Creating Impactful Innovation.” Key Discussion di acara ini menekankan bahwa inovasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam bidang ekonomi hijau. Peserta diskusi mengungkapkan bahwa pendekatan terpadu antara teknologi dan keberlanjutan membuka peluang untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. “Key Discussion ini menjadi wadah untuk menggali potensi kreatif mahasiswa, yang nantinya bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” jelas Melinda.
Peran Teknologi dalam Transisi Ekonomi Hijau
Key Discussion: Dalam upaya mencapai transisi ekonomi hijau, teknologi digunakan sebagai alat utama untuk mengurangi dampak lingkungan. Permata Bank memperkenalkan inisiatif-inisiatif yang memadukan teknologi keuangan digital dengan strategi pengurangan emisi, seperti penggunaan blockchain untuk melacak jejak karbon atau AI dalam optimisasi penggunaan energi. “Key Discussion ini menegaskan bahwa ekonomi hijau adalah masa depan yang harus diwujudkan sekarang, dengan dukungan teknologi dan keterlibatan pemuda,” kata Katharine Grace. Selain itu, program ini juga mendorong mahasiswa untuk menggali potensi diri melalui proyek-proyek berbasis teknologi yang berdampak lingkungan.
Hasil dan Harapan untuk Masa Depan
Key Discussion: Hasil dari program Road to Permata INSPIRE menunjukkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam mengusulkan solusi ekonomi hijau. Banyak peserta menyatakan bahwa diskusi dengan perwakilan dunia usaha dan akademisi memberi mereka wawasan baru tentang pentingnya keberlanjutan. “Key Discussion ini tidak hanya memberi pelatihan, tapi juga membangun jaringan yang bisa mendukung inisiatif mereka di masa depan,” ujar seorang peserta. Dengan peningkatan kemampuan ini, Permata Bank yakin program akan membantu menciptakan ekonomi hijau yang kompetitif secara global.
Key Discussion: Melalui kolaborasi yang intens, Bank Permata ingin menjadi mitra utama dalam mengembangkan talenta muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi hijau. Program ini membuktikan bahwa ekonomi hijau dan teknologi bukanlah konsep
