Infrastruktur Pendidikan Sekolah Rakyat Tahap II Menuju Penyelesaian Optimal
Beritaturah.com – Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa capaian proyek ini telah mencapai tahap yang memuaskan dan sejalan dengan jadwal awal.
Menurut data terbaru, tersisa sebelas unit Sekolah Rakyat yang belum rampung sepenuhnya. “Sudah lumayan tinggal sisa 11 Sekolah Rakyat yang belum (terbangun). Untuk yang 11 itu boleh dibilang masih di level di bawah 90 persen, yang lainnya sudah 90 persen plus,” jelas Dody saat ditemui di Jakarta pada hari Rabu.
Fasilitas Siap Dimanfaatkan untuk MPLS
Banyak bangunan Sekolah Rakyat yang telah selesai konstruksi kini mulai digunakan untuk kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga kesiapan operasional.
“Sekarang buktinya sudah banyak dipakai sebagai apa masa pengenalan lingkungan sekolah. Kita upayakan secara persuasif supaya yang bersangkutan tetap mengerjakan dan menyelesaikannya on time,” tegasnya.
Menteri Dody menegaskan bahwa fokus utama pembangunan adalah percepatan penyelesaian serta pemenuhan standar kualitas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
Contoh Nyata: SRT 1 Kabupaten Jember
Salah satu wujud nyata dari program ini adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 yang berlokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bangunan ini telah dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
SRT Jember didirikan di atas lahan seluas tujuh hektare dengan konsep kawasan pendidikan terpadu. Seluruh fasilitas yang tersedia mencakup gedung pembelajaran dari tingkat SD hingga SMA, asrama untuk siswa, rumah susun bagi guru, gedung serbaguna, dapur, serta kantin.
Fasilitas unggulan yang menarik perhatian adalah lapangan olahraga dengan dimensi 105 x 68 meter yang mengacu pada standar FIFA. Di sekeliling lapangan terdapat jogging track berstandar internasional dengan lapisan karet (rubber) yang dirancang untuk mendukung aktivitas olahraga para siswa.
Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, serta membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

