Pentagon Konfirmasi Kematian Tentara Ketiga Akibat Serangan Iran
Beritaturah.com – Pentagon konfirmasi kematian tentara ketiga akibat serangan Iran yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Jumlah personel militer Amerika Serikat yang gugur dalam konflik ini telah mencapai tiga orang. Konfirmasi resmi tersebut disampaikan oleh Pentagon pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2024. Sebelumnya, seorang tentara telah dinyatakan hilang dalam serangan yang sama. Kehilangan nyawa ketiga prajurit ini terjadi menyusul serangan yang dilancarkan Iran terhadap pangkalan udara milik AS di Yordania pada hari Jumat, 17 Juli lalu.
Identitas Lengkap Korban Ketiga
Departemen Pertahanan AS dalam pernyataannya mengungkap bahwa korban tersebut adalah Sersan Angel S. Rampersad, berusia 28 tahun. Ia berasal dari Ozone Park, New York, dan merupakan salah satu prajurit yang bertugas di kawasan tersebut. Sersan Rampersad diperkirakan meninggal dunia saat sedang menjalankan tugasnya pada hari Jumat. Sebelumnya, Pentagon telah mengumumkan bahwa serangan itu juga menewaskan dua personel militer lainnya dalam insiden terpisah.
Kematian Sersan Rampersad menambah daftar korban jiwa dalam konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Pentagon menyatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi menyeluruh terhadap kondisi kematian prajurit tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.
Insiden Terpisah di Irak Utara
Sementara itu, Komando Pusat AS atau CENTCOM melaporkan kejadian terpisah yang terjadi di wilayah Irak utara. Seorang prajurit AS lainnya kehilangan nyawa pada hari Minggu, 19 Juli, saat melakukan operasi keamanan rutin. Kematian ini terjadi ketika ia sedang melakukan peledakan terkendali terhadap sebuah drone serang satu arah milik Iran yang telah jatuh di area tersebut.
Insiden di Irak utara ini menunjukkan bahwa ancaman dari Iran tidak hanya terbatas pada satu lokasi. Berbagai fasilitas militer AS di kawasan tersebut terus menjadi target serangan yang semakin intensif. CENTCOM menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan patroli dan sistem pertahanan di wilayah Irak utara.
Korban Meningkat dan Serangan Balasan
Menurut data Pentagon, jumlah korban dari pihak militer AS akibat serangan Iran kini meningkat menjadi hampir 100 orang dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Angka ini mencerminkan eskalasi konflik yang signifikan antara kedua negara. Sebagai respons, pasukan AS pada hari Selasa, 21 Juli, kembali melancarkan serangan terhadap target-target militer di Iran.
Serangan-serangan tersebut dirancang untuk terus melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Ini merupakan malam ke-11 berturut-turut pasukan AS melakukan pengeboman terhadap fasilitas militer Iran. Serangan-serangan tersebut menargetkan berbagai infrastruktur penting termasuk pelabuhan, gudang senjata, dan fasilitas komunikasi. Pentagon menyatakan bahwa operasi ini akan berlanjut hingga ancaman terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut berkurang secara signifikan.
Sebagai balasan atas serangan AS ke beberapa provinsi di Iran dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut. Situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas dengan potensi eskalasi lebih lanjut.

