Lintas Kota

Pemkab tingkatkan kompetensi nelayan agar tangkapan lebih maksimal

Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com

Sudin KPKP Kepulauan Seribu Perkuat Kapasitas Nelayan Lewat Pembinaan dan Bantuan

Beritaturah.com – Jakarta — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup para nelayan di wilayah kepulauan. Melalui program pembinaan yang komprehensif, Pemkab tingkatkan kompetensi nelayan agar tangkapan lebih maksimal dan berkelanjutan. Fokus utama program ini adalah pada dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pulau Pari dan Kelurahan Pulau Tidung yang memiliki potensi perikanan cukup besar.

Gama Eka Anantha, Kepala Seksi Sudin KPKP Kepulauan Seribu, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan dua tujuan utama yang saling berkaitan. Pertama, meningkatkan kemampuan teknis para nelayan dalam mengelola sumber daya perikanan secara optimal. Kedua, memberikan dukungan sarana dan prasarana yang memadai sehingga hasil tangkapan tidak hanya lebih maksimal, tetapi juga kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

“Aksi ini bertujuan meningkatkan kompetensi nelayan sekaligus memberikan dukungan sarana agar hasil tangkapan lebih maksimal dan kualitasnya tetap terjaga,” ujar Gama Eka Anantha di Jakarta pada hari Kamis.

Menurutnya, pihak dinas ingin memastikan bahwa setiap nelayan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tata kelola perikanan modern. Selain itu, mereka juga harus didukung dengan peralatan yang memadai agar kesejahteraan hidup mereka dapat meningkat secara signifikan. Program ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem laut untuk generasi mendatang.

Pelatihan dengan Narasumber Ahli

Dalam kegiatan pembinaan ini, hadir dua narasumber dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) yang memiliki pengalaman luas di bidang perikanan. Mereka adalah Prof Maman Hermawan dan Dr. Bongbongan Kusmedy. Kedua pemateri tersebut menyampaikan materi mengenai teknik penangkapan ikan yang efektif serta manajemen usaha perikanan yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip modern.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta yang merupakan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan dari Pulau Pari dan Pulau Tidung. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam meningkatkan kemampuan berlayar dan menangkap ikan. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli mengenai tantangan yang dihadapi dalam sektor perikanan.

Penyaluran Bantuan Peralatan

Selain pelatihan, pihak Sudin KPKP juga menyerahkan bantuan berupa alat tangkap ramah lingkungan dan kotak pendingin atau cool box kepada para nelayan. Bantuan alat tangkap ini diharapkan dapat menggantikan peralatan lama yang kurang ramah lingkungan. Sementara itu, cool box berfungsi menjaga kesegaran hasil tangkapan hingga tiba di daratan, sehingga nilai jual ikan tetap tinggi.

“Bantuan ini merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta melalui Sudin KPKP untuk mendukung sektor perikanan di Kepulauan Seribu agar tetap produktif dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut,” tambahnya.

Safrudin Bin Hasan, sebagai perwakilan KUB Ikan Como, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima. Ia menyebutkan bahwa kotak pendingin sangat bermanfaat karena dapat menjaga kualitas ikan tetap segar. Hal ini berdampak langsung pada nilai jual ikan yang tetap tinggi di pasaran. Selain itu, alat tangkap ramah lingkungan juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem laut.

“Kegiatan ini memotivasi kami untuk bekerja lebih semangat. Terima kasih kepada Sudin KPKP yang terus peduli dan memberikan perhatian nyata kepada para nelayan kecil seperti kami,” kata Safrudin.

Dengan program pembinaan dan bantuan yang berkelanjutan, diharapkan sektor perikanan di Kepulauan Seribu dapat terus berkembang. Nelayan tidak hanya mendapatkan hasil tangkapan yang lebih optimal, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem laut untuk generasi mendatang. Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana Pemkab tingkatkan kompetensi nelayan melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi.

Leave a Comment