Humaniora

IDI Lampung: Dokter magang wafat di Metro bukan kelebihan beban kerja

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com

IDI Lampung Klarifikasi Penyebab Kematian Dokter Magang di Metro

Beritaturah.com – Bandarlampung — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung secara resmi mengklarifikasi bahwa wafatnya dokter magang M Zulfikar Drakel di Kota Metro tidak disebabkan oleh kelebihan beban kerja. Berdasarkan hasil investigasi komprehensif yang telah dilakukan oleh tim khusus, penyebab utama kematian tersebut adalah adanya penyakit penyerta yang sebelumnya tidak terdeteksi. Pernyataan ini penting untuk meluruskan persepsi publik yang sempat mengaitkan kematian dokter magang dengan tekanan kerja yang berlebihan.

Proses Investigasi Mendalam oleh IDI Lampung

Ketua IDI Lampung, Josi Harnos, menjelaskan secara rinci bahwa tim investigasi tidak menemukan adanya indikasi overwork atau beban kerja berlebihan pada almarhum. Selain itu, proses penyelidikan juga tidak mengungkap adanya bullying maupun kekerasan di lingkungan tempat kerja. Proses penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk sesama dokter magang, pihak rumah sakit tempat bertugas, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping yang bertugas bersama almarhum.

“Dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya,” kata Josi Harnos dalam konferensi pers di Bandarlampung.

Lebih lanjut, Josi menyebutkan bahwa dalam tubuh almarhum juga terdapat indikasi infeksi. Namun, jenis dan sumber infeksi tersebut tidak dapat dipastikan karena keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Ia menambahkan bahwa karakter almarhum yang cenderung pendiam serta tinggal terpisah dari rekan-rekan sejawat membuat informasi mengenai kondisi kesehatannya sulit diketahui oleh pihak lain.

Peran Berbagai Pihak dalam Investigasi

“Ada infeksi, tetapi tidak bisa ditegakkan infeksi apa, di mana, dan seperti apa, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Kami menghormati keputusan keluarga tersebut,” katanya dengan tegas.

Josi menekankan bahwa meninggalnya dokter Zulfikar ini tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi, karena penyebabnya berbeda. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter Zulfikar yang merupakan dokter magang (internsip) dan berjanji bahwa IDI Lampung akan terus mendukung keluarga almarhum dalam proses selanjutnya.

“Kami juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Pengurus Besar IDI, serta Dinas Kesehatan provinsi, dalam proses investigasi,” katanya.

Diketahui bahwa dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) M Zulfikar Drakel meninggal dunia pada 21 Juli 2026 saat menjalani masa pengabdian di RSUD Sukadana, Lampung Timur. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi IDI Lampung dan berbagai instansi terkait untuk memastikan kesejahteraan para dokter magang yang sedang menjalani program internship.

Leave a Comment