Kepemimpinan Baru BGN Diharapkan Percepat Layanan Gizi di Wilayah 3T Nabire
Beritaturah.com – Kepemimpinan baru BGN diharapkan percepat layanan gizi di wilayah tiga tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Nabire, Papua. Pencapaian yang menggembirakan telah dicatat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Semester I tahun 2026. Hingga saat ini, sebanyak 32.002 penerima manfaat telah tercover oleh program tersebut secara menyeluruh. Dari total tersebut, 28.113 orang merupakan peserta didik yang mendapatkan asupan bergizi, sementara 3.889 lainnya masuk dalam kategori Kelompok 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Keberhasilan ini didukung oleh 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di empat distrik, yakni Nabire, Nabire Barat, Teluk Kimi, dan Yaro. Jaringan layanan yang luas ini memungkinkan distribusi makanan bergizi mencapai berbagai pelosok wilayah dengan lebih efisien dan merata.
Peran Strategis Kepemimpinan Baru BGN
Marsel Asyerem, Koordinator Wilayah BGN Nabire, menyampaikan bahwa kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional pusat diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan gizi ke seluruh pelosok Indonesia. Fokus utama terletak pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Nabire dan Papua Tengah yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam akses layanan kesehatan dan gizi.
“Kami berharap wilayah 3T menjadi prioritas, sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap gizi yang baik,” kata Marsel Asyerem di Nabire, Kamis.
Menurutnya, pemerataan layanan gizi merupakan komponen krusial dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Hal ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang membutuhkan fondasi kesehatan dan nutrisi yang kuat sejak dini.
Selain percepatan pelayanan, ia menginginkan pembenahan sistem tata kelola secara menyeluruh. Penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas program, serta pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar MBG berjalan profesional, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh penerima manfaat.
“Kami yakin kepemimpinan baru BGN mampu melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik dan manfaat program dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Komitmen Kolaborasi dan Masa Depan
Sebagai Koordinator Wilayah BGN Nabire, pihaknya berkomitmen mendukung kebijakan dan program melalui sinergi dengan pemerintah daerah, mitra, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi multi-sektor ini menjadi kunci keberhasilan implementasi program gizi nasional di tingkat daerah.
“Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan mengawal setiap kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi masyarakat,” katanya.
Marsel berharap pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan gizi dan mempercepat pemerataan pelaksanaan program, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T yang masih membutuhkan perhatian lebih intensif dari pemerintah pusat.

