Metro

Pemprov DKI ajak masyarakat kelola pangan lebih bijak

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Pemprov DKI ajak masyarakat kelola pangan lebih bijak untuk kurangi sampah

Beritaturah.com – Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara aktif mengajak masyarakat serta pengelola usaha untuk kelola pangan secara lebih bijak melalui berbagai inisiatif yang telah dirancang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya, khususnya sisa makanan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar polusi di ibu kota. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menjelaskan bahwa pengurangan sisa makanan dari rumah tangga dan tempat usaha akan memberikan dampak langsung terhadap berkurangnya beban sistem pengelolaan sampah kota.

“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah,” ujar Dudi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Jumat. Melalui gerakan “Warga Jakarta Bijak Pangan” dan “Gerakan Pilah Sampah”, masyarakat didorong untuk merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang, memanfaatkan bahan pangan yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari rumah. Menurut dia, masyarakat dapat berkontribusi melalui sejumlah langkah sederhana, antara lain merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, mengolah kembali bahan pangan yang masih layak, serta memisahkan sampah organik dan anorganik.

Gerakan kolaboratif untuk pengelolaan pangan berkelanjutan

Gerakan yang dilaksanakan bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) tersebut juga melibatkan komunitas serta pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan katering. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dudi menuturkan saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari. Hampir separuh dari jumlah tersebut merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” tutur Dudi.

Sementara itu, Executive Director IBCSD Indah Budiani mengungkapkan bahwa Gerakan “Warga Jakarta Bijak Pangan” mendorong masyarakat memandang sisa makanan sebagai persoalan yang dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan. “Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Indah. Dia menilai perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta.

Selain mengurangi sampah, sambung dia, pengelolaan pangan yang bijak juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperkuat kepedulian sosial. Pemprov DKI ajak masyarakat kelola pangan dengan cara yang lebih terstruktur dan melibatkan berbagai pihak. Dengan demikian, setiap warga dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif akan menghasilkan perubahan signifikan dalam jangka panjang.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas jangkauan program ini ke seluruh wilayah administrasi. Melalui sosialisasi intensif dan pendampingan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kelola pangan yang bijak. Program ini juga akan melibatkan sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Dengan demikian, generasi muda akan menjadi agen perubahan dalam pengelolaan pangan dan pengurangan sampah di masa depan.

Leave a Comment