Bisnis

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional siapkan SDM dunia usaha-industri

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Pelatihan Vokasi Nasional: Wamenaker Siapkan SDM untuk Dunia Usaha dan Industri

Beritaturah.com – Jakarta, Minggu — Program Pelatihan Vokasi Nasional kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam membangun tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di era global. Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan kemampuan sumber daya manusia dengan tuntutan sektor bisnis dan manufaktur yang terus berkembang pesat.

Perubahan dinamika pasar kerja yang semakin cepat menuntut para pekerja untuk terus mengembangkan kompetensi mereka secara berkelanjutan. Wamenaker menekankan bahwa pelatihan vokasi melampaui sekadar pemberian keterampilan teknis semata. Program ini dirancang untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Wamenaker Afriansyah Noor dengan tegas.

Target Partisipasi 300 Ribu Peserta pada 2026

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan partisipasi 300 ribu orang dalam berbagai program pelatihan vokasi nasional di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2026. Angka ambisius ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berbasis kompetensi yang berkualitas tinggi.

Selain fokus pada peserta baru, Kemnaker juga memberikan perhatian khusus kepada pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Melalui mekanisme reskilling dan upskilling, para peserta dibekali kemampuan baru yang meningkatkan peluang mereka untuk kembali berkarier atau memulai usaha mandiri. Wamenaker menjelaskan bahwa program ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Wamenaker Afriansyah Noor.

Penyelarasan dengan Potensi dan Kebutuhan Daerah

Pelaksanaan pelatihan vokasi harus mempertimbangkan keunggulan masing-masing wilayah agar kompetensi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lokal. Sebagai contoh, Sumatera Barat mengarahkan pengembangan keterampilan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah tersebut. Pendekatan berbasis daerah ini diyakini dapat memaksimalkan potensi sumber daya manusia di setiap wilayah.

Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) diharapkan dapat mengoptimalkan jaringan kemitraan dengan pelaku usaha, industri, dan UMKM. Langkah ini bertujuan meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan serta mendorong produktivitas secara keseluruhan. Wamenaker menambahkan bahwa sinergi antara lembaga pelatihan dan sektor swasta sangat krusial untuk keberhasilan program ini.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker.

Dampak Jangka Panjang bagi Perekonomian Nasional

Program Pelatihan Vokasi Nasional tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Wamenaker Afriansyah Noor menyatakan bahwa tenaga kerja yang terlatih dan kompeten akan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

Dengan target 300 ribu peserta pada 2026, pemerintah optimis bahwa program ini akan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Wamenaker berharap bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk memastikan keberhasilan implementasi pelatihan vokasi di seluruh Indonesia.

Leave a Comment