Pemkot Depok dan Transformasi Infrastruktur Tol Cipayung
Beritaturah.com – Kota Depok, Jawa Barat (ANTARA) – Pembangunan akses Tol Cipayung dinilai memiliki dampak ganda bagi Kota Depok. Selain meningkatkan mobilitas warga, infrastruktur ini juga membuka peluang investasi baru masuk ke wilayah tersebut. Proyek strategis ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan keyakinannya bahwa proyek ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. “Proyek pembangunan Tol Cipayung diyakini mampu mempercepat pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Depok,” ujarnya pada hari Selasa di Depok. Pernyataan tersebut mencerminkan visi jangka panjang pemerintah kota dalam memanfaatkan infrastruktur transportasi modern.
Perkembangan Ekonomi Cipayung dan Tantangan Akses
Sebelum adanya akses tol, kawasan Cipayung telah menunjukkan kemajuan ekonomi yang signifikan. Namun, keterbatasan akses jalan menjadi hambatan utama bagi perkembangan lebih lanjut. Seperti yang dijelaskan oleh Supian, Cipayung sudah tumbuh perekonomiannya, hanya saja salah satu kendalanya adalah akses jalan untuk sampai wilayah Cipayung. Kondisi ini menghambat potensi investasi yang bisa masuk ke kawasan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Depok memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat. Langkah konkret yang diambil meliputi peningkatan infrastruktur pendukung, khususnya pelebaran Jalan Muhidin dan Jalan Garuda sebagai jalur menuju pintu tol. Supian menegaskan langkah itu dilakukan agar keberadaan akses tol tidak memunculkan kemacetan baru. Pelebaran jalan ini juga akan meningkatkan kapasitas lalu lintas menuju kawasan industri dan komersial.
Target Penyelesaian dan Percepatan Pembebasan Lahan
Proyek ini tidak hanya diharapkan mengurai kemacetan, tetapi juga membuka pusat-pusat ekonomi baru. Bahkan, akses tersebut diyakini menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Kota Depok. Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan Cipayung dan sekitarnya akan menjadi lokasi strategis untuk pengembangan bisnis dan industri.
Dari sisi waktu, pihak pengelola jalan tol menargetkan pembangunan rampung pada 2027. Terkait hal ini, Pemkot Depok berkomitmen mempercepat proses pembebasan lahan. Supian menjelaskan pembangunan lanjutan Tol Sawangan menuju Bogor masih menyisakan sekitar empat kilometer. Ruas itu akan dilengkapi bukaan Tol Cipayung sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan. Proses pembebasan lahan menjadi tahap krusial yang harus diselesaikan tepat waktu.
“Kalau kita lihat target dari pihak pengelola tol, 2027 sudah selesai proses pembangunan empat kilometer itu. Berarti kita juga harus ada percepatan dan berkomitmen untuk pembebasan lahannya,” ujarnya.
Menurut Supian, percepatan pembebasan lahan menjadi kunci agar pembangunan fisik dapat berjalan lebih cepat. Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, manfaat proyek diharapkan segera dirasakan masyarakat. Koordinasi antar lembaga juga akan memastikan tidak ada hambatan dalam proses konstruksi dan pembebasan tanah.
Depok Terhubung Melalui Jaringan Tol
Depok saat ini sudah dikelilingi oleh jalan tol yang mempermudah akses mobilitas transportasi. Dari utara ke Selatan ada jalan Tol Depok- Antasari, sedangkan timur ke barat ada Jalan Tol Cijago. Kehadiran akses Tol Cipayung akan semakin melengkapi jaringan tersebut. Konektivitas ini akan meningkatkan daya saing Kota Depok sebagai pusat ekonomi di wilayah Jawa Barat.
Lebih lanjut, Supian menambahkan bahwa pembangunan akses tol ini juga akan memberikan manfaat bagi sektor properti dan perdagangan. Nilai tanah di sekitar kawasan tol diprediksi akan meningkat seiring dengan kemudahan akses. Hal ini tentu akan menarik minat developer dan pelaku usaha untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

