Empat Fokus Utama dalam Seabef 2026: Visi Baru untuk Pariwisata Indonesia
Beritaturah.com – Jakarta akan menjadi tuan rumah Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Juli mendatang di Jakarta International Convention Center (JICC). Forum ini akan berjalan beriringan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang digelar lebih lama, yakni dari tanggal 28 sampai 31 Juli 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kedua acara ini dirancang untuk mereposisi peran event sebagai penggerak utama nilai ekonomi, keberlanjutan, inovasi, serta menyelaraskan ekosistem event di kawasan regional. Melalui forum ini, Kementerian Pariwisata berharap dapat tercipta wadah yang strategis untuk memperluas jejaring serta memperkuat kolaborasi antara para pelaku industri event, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Perkembangan Seabef Sejak 2023
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 lalu, pembahasan dalam Seabef terus berkembang dari sekadar membangun dan memperkuat industri business events menuju pemahaman yang lebih luas mengenai kekuatan event sebagai penggerak daya saing pariwisata, pembangunan berkelanjutan, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.
Hal tersebut tercermin dalam tema tahun ini yang bertajuk “Beyond Business Events: Redefining the Future of Events as a Catalyst for Competitive, Sustainable, and High-Value Tourism Growth”, yang menegaskan kembali peran event sebagai katalis bagi pertumbuhan pariwisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan bernilai tinggi.
Di tengah terus berkembangnya peran penyelenggaraan berbagai event, Seabef menjadi wadah yang mendorong inovasi dan kolaborasi di kawasan kita.
Empat Pilar Pembahasan dalam Seabef 2026
Menteri Widiyanti menjabarkan empat hal yang akan dibahas oleh pelaku industri pariwisata dalam forum tersebut:
Pertama, kebijakan regional dan penguatan posisi global, yang berfokus pada upaya memperkuat posisi Asia Tenggara di tingkat internasional melalui kolaborasi regional yang lebih erat.
Kedua, destinasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan, yang menitikberatkan pada pembangunan destinasi yang tangguh dan berdaya saing melalui penerapan prinsip keberlanjutan, respons terhadap tren global, serta penguatan peran event sebagai aset strategis pariwisata.
Ketiga, inovasi, pengalaman, dan transformasi industri, yang mengkaji bagaimana teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai inovasi mampu mentransformasi pengalaman peserta sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri.
Keempat, pengembangan talenta dan keunggulan dalam strategic bidding, yang menyoroti pentingnya investasi pada sumber daya manusia dan penguatan kapasitas agar mampu menarik sekaligus menyelenggarakan lebih banyak event internasional kelas dunia.
IBEM 2026: Platform Pameran dan Networking
Selain Seabef, acara ini juga diselenggarakan bersamaan dengan Business Events Mart (IBEM). Selama empat hari pelaksanaannya, IBEM menghadirkan 98 peserta pameran dari industri MICE dan pariwisata, serta 220 hosted buyers dari berbagai penjuru dunia.
“Kami juga memperkenalkan beragam potensi pariwisata dan industri MICE Indonesia melalui Indonesia Pavilion,” ujar Widiyanti.
Menteri berharap IBEM 2026 berjalan sukses dan produktif, serta berbagai hubungan yang terjalin di sini mampu melahirkan kemitraan yang bermakna dan membuka peluang baru bagi pariwisata Indonesia.

