Hukum

Polda Kepri putar audiovisual Gurindam 12 di ferry hingga bioskop

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Visualisasi Gurindam 12 Meluas ke Berbagai Media Publik di Kepri

Warisan Budaya Melayu Menjadi Media Edukasi Karakter

Beritaturah.com – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau telah meluncurkan inisiatif menarik dalam menyebarkan nilai-nilai luhur budaya Melayu melalui program audiovisual yang menampilkan karya sastra klasik, Gurindam 12. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat luas dengan cara yang kreatif dan efektif, memanfaatkan berbagai media penayangan yang tersedia di wilayah kepulauan. Mulai dari interior kapal ferry yang menghubungkan pulau-pulau, kendaraan angkutan umum yang melintasi kota Tanjungpinang, hingga layar bioskop di pusat perbelanjaan modern, pesan moral dari karya Raja Ali Haji ini disosialisasikan sebagai upaya memperkuat karakter masyarakat secara menyeluruh.

Karya monumental yang disusun pada tahun 1847 tersebut berisi nasihat-nasihat mendalam mengenai agama, akhlak mulia, serta tata cara kehidupan masyarakat Melayu yang telah berlangsung selama berabad-abad. Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menjelaskan bahwa Gurindam 12 merupakan warisan budaya Melayu yang sarat dengan filosofi kehidupan dan pesan moral, yang hingga saat ini masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

“Program ini menjadi langkah Polda Kepri menyampaikan pesan moral, nilai sosial, dan filosofi kehidupan bermasyarakat yang terkandung dalam Gurindam 12 kepada masyarakat luas,” ujarnya di Tanjungpinang pada hari Rabu.

Strategi Komunikasi Publik Berbasis Budaya

Menurut Kapolda, pendekatan berbasis budaya ini diharapkan mampu membuat nilai-nilai luhur Melayu semakin dikenal dan diamalkan dalam aktivitas sehari-hari. Ia menekankan bahwa Gurindam 12 memuat ajaran penting seputar akhlak, kejujuran, tanggung jawab, etika, serta urgensi menjaga persatuan dalam masyarakat. Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk edukasi, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian dengan masyarakat melalui nilai-nilai bersama yang telah mengakar dalam budaya Melayu.

Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei, Kabid Humas Polda Kepri, menambahkan bahwa penayangan audiovisual ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik yang mengintegrasikan edukasi, budaya, dan penguatan karakter. Menurutnya, pendekatan budaya Melayu juga bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan warga serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga ketertiban dan persatuan. Ia menjelaskan bahwa pemilihan media yang beragam memungkinkan pesan mencapai berbagai segmen masyarakat, dari anak-anak hingga generasi tua.

Penayangan audiovisual tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi publik yang menggabungkan edukasi, budaya, dan penguatan karakter masyarakat.

Polda Kepri secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan Gurindam 12 sebagai warisan budaya Melayu yang menjadi identitas bangsa. Melalui berbagai media penayangan, pesan-pesan klasik ini diharapkan dapat menyentuh hati dan pikiran generasi modern. Program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan nilai-nilai yang telah membentuk karakter masyarakat Kepulauan Riau selama berabad-abad. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui institusi pendidikan, tetapi juga melalui media-media publik yang mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan karya sastra klasik untuk tujuan edukasi dan penguatan karakter masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi audiovisual, pesan-pesan yang telah ada sejak abad ke-19 dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda. Polda Kepri berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat di Kepulauan Riau.

Leave a Comment