DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha untuk buka lapangan kerja baru
Beritaturah.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot program pembinaan kewirausahaan melalui inisiatif Jakpreneur. Program ini telah berhasil membina lebih dari seratus ribu pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh wilayah Jakarta. Dengan DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha, pemerintah berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Jakarta.
Acara Jakarta Timur Career Fest: Sinergi UMKM dan Ketenagakerjaan
Salah satu wujud nyata dari program pembinaan tersebut adalah penyelenggaraan Jakarta Timur Career Fest. Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menciptakan ekonomi mandiri. Pelaksanaan secara daring dimulai dari tanggal 21 Juli sampai 5 Agustus 2026 melalui situs career.jakarta.go.id. Sementara itu, kegiatan offline akan berlangsung selama dua hari pada Selasa hingga Rabu, 28-29 Juli 2026, dengan waktu operasional pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Taufik, menjelaskan bahwa program Jakpreneur telah membina lebih dari seratus ribu pelaku usaha. Salah satu wujud nyata pembinaan tersebut adalah partisipasi sepuluh UMKM di Jakarta Timur dalam sebuah bazar yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha bukan sekadar angka, melainkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ada lebih dari 100 ribu binaan yang kita lakukan, dan salah satu binaan yang dilakukan di Suku Dinas Jakarta Timur adalah yaitu sekarang ini ada sepuluh UMKM yang ikut dalam bazar,” kata Taufik di Jakarta, Rabu.
Strategi ini bertujuan memperluas cakupan pembinaan usaha produktif serta ekonomi kreatif. Dengan demikian, masyarakat memiliki berbagai alternatif dalam memperoleh penghasilan dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Program tenaga kerja mandiri dan Jakpreneur dijalankan melalui enam pengampu sesuai Pergub Nomor 2 Tahun 2020. Setiap pengampu memiliki peran spesifik dalam membina wirausaha sesuai dengan sektor usaha masing-masing.
Pengembangan kewirausahaan juga menjadi salah satu strategi dalam program Jakarta Bekerja. Kehadiran UMKM dalam kegiatan ketenagakerjaan menunjukkan bahwa ekosistem pekerjaan dapat dibangun melalui berbagai jalur. Masyarakat tidak hanya diarahkan untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga diberi kesempatan mengembangkan usaha produktif sebagai sumber penghasilan. Melalui pendekatan ini, DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
“Mendorong tumbuhnya kewirausahaan serta penciptaan lapangan kerja baru melalui pengembangan usaha produktif dan ekonomi kreatif,” ujar Taufik.
Keterlibatan UMKM dalam acara seperti career fest dan bazar memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan, dan berinteraksi langsung dengan calon konsumen. Taufik menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong masyarakat agar memiliki lebih banyak pilihan dalam meningkatkan kesejahteraan, baik melalui pekerjaan formal maupun pengembangan usaha secara mandiri. Program ini juga memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para wirausaha yang telah dibina.
“Dibutuhkan sinergi, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ucap Taufik.
Taufik berharap masyarakat yang tergabung dalam Jakpreneur terus menghasilkan usaha yang produktif, berdaya tahan, dan mampu berkembang dalam jangka panjang. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai program pembinaan, diharapkan DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi Jakarta di masa depan. Program ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi wirausaha muda yang inovatif dan kompetitif di pasar global.

