Bisnis

Pemkot anggarkan Rp50 M bangun Taman Budaya Batam sebagai obyek wisata

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Investasi Rp50 Miliar untuk Taman Budaya Nyat Kadir di Batam

Beritaturah.com – Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, telah menyiapkan dana sebesar Rp50 miliar guna mewujudkan Taman Budaya Nyat Kadir. Fasilitas ini dirancang sebagai destinasi wisata budaya baru serta pusat pengembangan bagi seniman dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, menyampaikan bahwa proyek ini masih dalam fase persiapan. Koordinasi pelaksanaan saat ini dipimpin oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam.

Saat ini masih tahap perencanaan. Konsultan sedang melakukan kajian teknis dan menyusun DED (Detail Engineering Design) agar pembangunan benar-benar matang sebelum memasuki tahap fisik,

ujar Ardiwinata saat dihubungi di Batam pada hari Rabu.

Proses Perencanaan dan Lokasi Pembangunan

Konsultan yang terpilih melalui mekanisme lelang kini tengah meneliti Gedung Beringin sebagai lokasi proyek. Kajian teknis ini mencakup evaluasi kondisi bangunan, struktur konstruksi, serta kebutuhan pengembangan kawasan agar pelaksanaan pembangunan berjalan optimal.

Penyusunan DED diperkirakan selesai pada akhir tahun 2026. Setelah dokumen tersebut rampung, tahap konstruksi fisik akan segera dimulai.

Fungsi dan Peran Taman Budaya

Taman Budaya Nyat Kadir diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya, etalase kebudayaan Kota Batam, serta ruang kreativitas bagi para pelaku seni, ruang edukasi dan pertunjukan, sekaligus tolok ukur pembangunan kebudayaan di daerah.

Taman Budaya Nyat Kadir bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, serta rumah bersama bagi seluruh paguyuban budaya yang hidup dan berkembang di Kota Batam,

tambahnya.

Pengelolaan taman budaya juga akan mendukung sektor pariwisata melalui penyelenggaraan pertunjukan seni secara rutin. Disbudpar berencana menggandeng pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan agar Taman Budaya Nyat Kadir menjadi salah satu destinasi wajib dalam paket wisata Batam.

Di Kota Batam, kami belum memiliki tempat pertunjukan seni yang permanen dan diselenggarakan secara reguler. Nantinya di sini akan ada panggung indoor maupun outdoor yang bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan menjadi atraksi wisata,

jelas Ardiwinata.

Selain pertunjukan seni, kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif, mulai dari seni rupa, kriya, fesyen hingga komunitas film sebagai ruang pameran maupun kegiatan kreatif lainnya.

Ekonomi kreatif dan kebudayaan saling berkaitan. Karena itu, taman budaya ini juga akan menjadi ruang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif untuk berkembang,

tutup Ardiwinata.

Nama Nyat Kadir dipilih oleh Wali Kota Batam sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai tokoh Melayu, dan mantan Wali Kota Batam periode 2001-2005.

Leave a Comment