Bisnis

Ekonom nilai RI harus fokus pada rantai nilai mineral kritis tertentu

WhatsApp-Image-2026-03-09-at-14.27.42
Foto : Daniel Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Ekonom Nilai RI Harus Fokus pada Rantai Nilai Mineral Kritis
  2. Related Reading

Ekonom Nilai RI Harus Fokus pada Rantai Nilai Mineral Kritis

Beritaturah.com – Jakarta – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menekankan bahwa Indonesia perlu mengoptimalkan pengembangan rantai nilai mineral kritis tertentu untuk memanfaatkan peluang pasar global, khususnya dari Amerika Serikat. Menurut analisisnya, kekuatan nasional terletak pada mineral seperti nikel, timah, dan tembaga yang terus berkembang, serta kobalt yang merupakan produk turunan dari pengolahan nikel laterit. Mineral-mineral ini memiliki peran vital dalam berbagai sektor industri, mulai dari elektrifikasi, jaringan listrik, baterai, elektronik, hingga manufaktur berteknologi tinggi.

“Indonesia tidak perlu mempunyai seluruh critical minerals dunia untuk menjadi relevan. Kita perlu fokus pada mineral yang memang menjadi kekuatan kita dan membuat posisi Indonesia pada rantai nilainya semakin sulit digantikan,” ujar Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pendekatan strategis ini dinilai lebih penting daripada sekadar memperbanyak jumlah mineral yang dikategorikan sebagai strategis. Memiliki mineral strategis tidak otomatis menjadikan sebuah negara sebagai pemain strategis dalam pasar global. Yang menentukan adalah seberapa jauh mineral tersebut dapat diterjemahkan menjadi kapasitas industri, teknologi, lapangan pekerjaan, dan bargaining power ekonomi yang kuat.

Peluang dari Kebijakan AS dan Tantangan Hilirisasi

Pemerintah Amerika Serikat menyiapkan sekitar 3 miliar dolar AS untuk membiayai proyek pertambangan dan pengolahan mineral kritis serta bahan baku baterai guna memperkuat rantai pasok industri pertahanan. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia sekaligus meningkatkan standar keberhasilan program hilirisasi nasional. Indonesia perlu bergerak dari sekadar memproses mineral sebelum ekspor menuju pengembangan rantai nilai yang lebih dalam, mulai dari pemurnian, material maju, komponen, manufaktur, hingga teknologi.

Untuk itu, terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat Indonesia. Pertama, kepastian dan konsistensi regulasi perlu menjadi keunggulan kompetitif, terutama dalam perizinan, produksi, dan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB). Investasi pertambangan dan industri turunannya membutuhkan kepastian kebijakan karena memiliki jangka waktu yang panjang.

“Indonesia sudah mempunyai geological certainty. Sekarang regulatory certainty harus kita jadikan keunggulan kompetitif,” tegas Fakhrul.

Kedua, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara penerimaan negara, pembangunan industri, keberlanjutan lingkungan, dan daya tarik investasi. Berbagai instrumen seperti royalti, PNBP, devisa hasil ekspor (DHE), dan kewajiban domestik perlu dilihat sebagai satu ekosistem agar biaya berusaha tetap kompetitif.

Ketiga, Indonesia perlu memperpanjang rantai nilai domestik pada mineral yang memang menjadi keunggulan nasional. Nikel dapat dikembangkan lebih jauh ke material maju dan industri turunannya, sementara tembaga dan timah dapat diarahkan ke kebutuhan elektrifikasi, jaringan listrik, elektronik, dan manufaktur bernilai tambah tinggi.

“Nilai terbesar sebuah mineral tidak selalu berada di tempat ia digali. Nilai terbesar muncul ketika mineral bertemu dengan pengetahuan, engineering, teknologi dan manufaktur,” kata Fakhrul.

Karena itu, investasi asing belum cukup dinilai dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kemampuan ekonomi baru yang diciptakan. Kita tidak hanya membutuhkan investasi yang menambah kapasitas, tetapi juga investasi yang menambah kemampuan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rantai Nilai Mineral Kritis

Apa saja mineral kritis yang menjadi fokus Indonesia? Mineral kritis yang menjadi fokus Indonesia meliputi nikel, timah, tembaga, dan kobalt. Mineral-mineral ini memiliki peran strategis dalam industri elektrifikasi dan manufaktur teknologi tinggi.

Berapa alokasi anggaran AS untuk mineral kritis? Pemerintah AS menyiapkan sekitar 3 miliar dolar AS untuk membiayai proyek pertambangan dan pengolahan mineral kritis serta bahan baku baterai guna memperkuat rantai pasok industri pertahanan.

Mengapa regulatory certainty penting bagi investasi pertambangan? Investasi pertambangan dan industri turunannya membutuhkan kepastian kebijakan karena memiliki jangka waktu yang panjang. Regulatory certainty menjadi keunggulan kompetitif setelah geological certainty tercapai.

Bagaimana Indonesia dapat meningkatkan bargaining power ekonomi? Indonesia dapat meningkatkan bargaining power ekonomi dengan menerjemahkan mineral strategis menjadi kapasitas industri, teknologi, dan lapangan pekerjaan yang kuat melalui pengembangan rantai nilai yang lebih dalam.

Leave a Comment