Bisnis

Menpar: Festival Golo Koe 2026 perkuat pariwisata berkelanjutan

WhatsApp-Image-2026-08-11-at-11.44.02
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Menpar: Festival Golo Koe 2026 Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo
  2. Related Reading

Menpar: Festival Golo Koe 2026 Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Beritaturah.com – Menpar – KUPANG — Menpar Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Festival Golo Koe 2026 akan menjadi momentum penting dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo. Sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia, Labuan Bajo membutuhkan pendekatan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian nilai-nilai lokal dan kesejahteraan masyarakat Manggarai.

Menurut Menpar, festival ini berfungsi sebagai wadah pertemuan antara iman, tradisi, budaya, serta kehidupan masyarakat Manggarai dalam upaya mengembangkan pariwisata Labuan Bajo secara berkelanjutan. Pendekatan holistik ini menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tidak meninggalkan akar budaya yang telah menjadi identitas daerah selama bertahun-tahun.

Statistik Impresif Penyelenggaraan 2025

Pada edisi tahun sebelumnya, acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 45.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah UMKM yang berpartisipasi mencapai 173 unit, sementara pekerja seni tercatat sebanyak 883 orang. Total tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.473 orang dengan perputaran ekonomi sebesar Rp2,82 miliar.

Menpar menyoroti bahwa angka-angka tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Festival Golo Koe sebagai instrumen pembangunan ekonomi lokal. Pertumbuhan jumlah pengunjung dan partisipasi UMKM menjadi indikator positif bahwa masyarakat mulai merasakan manfaat langsung dari pengembangan pariwisata di wilayah mereka.

“Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujarnya.

Jawaban atas Pertanyaan Keuskupan Ruteng

Saat meresmikan Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Menpar menyoroti pertanyaan yang dilontarkan Keuskupan Ruteng lima tahun silam. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan bagaimana Labuan Bajo mampu terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Menpar, kekuatan utama festival ini terletak pada kemampuannya menyajikan Labuan Bajo secara lebih komprehensif kepada para wisatawan. Di sisi lain, masyarakat lokal ditempatkan sebagai aktor utama dalam memperkenalkan identitas daerah kepada khalayak global. Pendekatan ini memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya menguntungkan sektor bisnis, tetapi juga memberdayakan masyarakat.

“Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa.

Pengakuan Nasional dan Apresiasi

Pengakuan Festival Golo Koe sebagai salah satu event unggulan nasional berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi yang semakin meluas bagi masyarakat. Menpar menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi membesarkan festival ini.

Ia berharap acara tersebut terus mendampingi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Pengembangan harus tetap berjalan seiring dengan masyarakat dan berpegang teguh pada akar budaya lokal. Menpar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.

“Golo Koe menghadirkan jawabannya melalui sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja,” katanya.

Frequently Asked Questions

Apa itu Festival Golo Koe? Festival Golo Koe adalah acara tahunan yang mempertemukan iman, tradisi, dan budaya masyarakat Manggarai di Labuan Bajo. Festival ini menjadi wadah untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

Berapa jumlah pengunjung Festival Golo Koe 2025? Pada tahun 2025, Festival Golo Koe berhasil menarik lebih dari 45.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Berapa perputaran ekonomi yang dihasilkan Festival Golo Koe? Total perputaran ekonomi yang dihasilkan dari Festival Golo Koe 2025 mencapai Rp2,82 miliar dengan melibatkan 1.473 tenaga kerja.

Apa peran Menpar dalam Festival Golo Koe? Menpar Widiyanti Putri Wardhana berperan sebagai pembina dan penggerak utama dalam mengembangkan Festival Golo Koe sebagai instrumen pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

Di mana lokasi penyelenggaraan Festival Golo Koe? Festival Golo Koe diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Leave a Comment