Lifestyle

Kiat menanggulangi penyakit ISPA di musim kemarau

kualitas-udara-pontianak-sangat-tidak-sehat-2829252
Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Hubungan ISPA dengan Kondisi Iklim di Musim Kemarau
  2. Related Reading

Hubungan ISPA dengan Kondisi Iklim di Musim Kemarau

Beritaturah.com – Jakarta mencatat tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut yang berkaitan erat dengan faktor iklim, khususnya kekeringan. Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa angka ISPA cenderung naik setiap tahunnya dan berlangsung sepanjang tahun. Puncak kasus sering terjadi saat peralihan musim, baik dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya. Dalam konteks ini, masyarakat perlu memahami berbagai strategi untuk melindungi diri dari gangguan pernapasan yang semakin meningkat.

Penyebab dan Indikator Kualitas Udara

Menurut Aji, masyarakat menjadi lebih rentan terhadap penyakit ketika terjadi perubahan lingkungan yang ekstrem. Keterkaitan antara musim kering dengan ISPA tidak bersifat langsung, melainkan dipengaruhi oleh kualitas udara. Salah satu pemicu utamanya adalah kebakaran hutan dan lahan yang meningkat pada periode tertentu, menghasilkan polutan dan menurunkan kualitas udara sekitar. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi sistem pernapasan manusia.

Salah satu polutan yang menjadi indikator kualitas udara adalah PM 2,5. Apabila kualitas udara menurun maka angka kejadian ISPA meningkat, tutur Aji.

Tips Pencegahan untuk Masyarakat

Aji menyampaikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan selama musim kemarau. Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika polusi udara tinggi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari sumber polusi termasuk asap rokok. Aktivitas luar ruangan juga perlu dikurangi, sementara ventilasi rumah, kantor, sekolah, dan tempat umum sebaiknya ditutup saat kualitas udara buruk. Penggunaan penjernih udara dalam ruangan menjadi alternatif tambahan yang efektif.

Kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat cuaca panas dan udara kering dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke. Debu, polusi, serta asap kebakaran turut memperburuk gangguan pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan mereka selama periode ini.

Kita ingin pelayanan kesehatan tetap siap sebelum terjadi peningkatan kasus, bukan baru bertindak setelah rumah sakit penuh, ujar Aji.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan telah mengantisipasi dampak kesehatan dari kondisi cuaca panas dan kemarau yang lebih kering. Rumah sakit vertikal Kemenkes disiapkan untuk menangani kasus kegawatdaruratan, termasuk pasien dengan heat stroke, gangguan pernapasan, maupun perburukan penyakit kronis yang dipicu oleh cuaca panas dan kualitas udara. Tenaga kesehatan serta fasilitas pendukung juga disiapkan memberikan pelayanan apabila terjadi peningkatan kebutuhan.

Data dan Tren Kasus ISPA

Berdasarkan perbandingan dengan tahun sebelumnya, tren kasus ISPA masih mengikuti pola tahunan dan cenderung menurun dalam tiga minggu terakhir. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 15,4 juta kasus ISPA dilaporkan pada tahun 2025 hingga bulan Agustus, sedangkan tahun 2026 mencatat 15,6 juta kasus pada periode yang sama. Provinsi di Pulau Jawa menjadi wilayah dengan laporan kasus ISPA terbanyak.

Hal ini membuktikan bahwa daerah padat penduduk lebih banyak melaporkan kasus ISPA dibandingkan provinsi yang terdampak karhutla. Meskipun kasusnya tinggi dalam sistem pemantauan, tingginya angka ISPA tidak serta merta dikaitkan sebagai dampak langsung dari kemarau panjang. Namun, kita perlu tetap waspada terhadap perubahan pola cuaca yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Tetapi kita perlu hati-hati, karena tidak semua kasus ISPA bisa langsung dikaitkan dengan kemarau panjang. Jadi kita terus pantau trennya dan distribusinya, kata Aji.

Secara keseluruhan, total kunjungan pasien ISPA di rumah sakit mencapai 676.404 sepanjang Januari hingga Juli 2026. Rerata perubahan kunjungan pada periode tersebut mengalami penurunan sebesar 0,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan telah memberikan hasil positif bagi masyarakat.

Frequently Asked Questions

Apa saja gejala ISPA yang perlu diwaspadai?

Gejala ISPA meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, dan demam. Jika gejala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.

Bagaimana cara mencegah ISPA di musim kemarau?

Gunakan masker saat polusi tinggi, jaga kebersihan lingkungan, minum air putih cukup, hindari asap rokok, dan kurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk.

Siapa saja kelompok yang paling rentan terhadap ISPA?

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta seperti asma atau diabetes merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi saluran pernapasan akut.

Leave a Comment