Bisnis

New Policy: Empat pabrik tekstil kembangkan PTLS atap untuk efisiensi operasional

Empat Pabrik Tekstil Terapkan New Policy PTLS Atap untuk Efisiensi Operasional

New Policy – Baru-baru ini, empat pabrik tekstil yang berada di bawah Argo Manunggal Group meluncurkan inisiatif yang dianggap sebagai bagian dari New Policy perusahaan untuk mengurangi biaya operasional dan menurunkan dampak lingkungan. Strategi ini mencakup pengembangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap, yang diharapkan menjadi langkah penting dalam transisi menuju energi terbarukan. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memenuhi standar kualitas global dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan industri.

Inisiatif PTLS Atap sebagai Bagian dari New Policy

PLTS atap ini dirancang untuk memanfaatkan ruang atap pabrik sebagai tempat instalasi panel surya, yang berkapasitas 4.463 kWp. Proyek yang dilaksanakan di Argo Pantes, Timatex, Damatex, dan Kamaltex, berlokasi di Tangerang, Banten, menggabungkan teknologi hijau dengan infrastruktur pabrik. Dengan mengganti energi listrik konvensional menjadi sumber tenaga surya, kebijakan New Policy ini memberikan manfaat ganda: mengurangi biaya operasional dan mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Menurut Johny Tjongiran, Managing Director Argo Manunggal Group, New Policy ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengadaptasi praktik industri yang lebih ramah lingkungan. “Dengan PTLS atap, kami tidak hanya memenuhi kebutuhan energi pabrik, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendukung kebijakan nasional dan internasional terkait pengurangan emisi CO2,” jelasnya.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Keberhasilan implementasi New Policy ini diperkirakan akan memberikan efisiensi biaya sebesar 30% dalam penggunaan energi listrik. Angka tersebut didasarkan pada penghematan dari produksi listrik sendiri, yang mengurangi pengeluaran untuk pembelian energi dari jaringan umum. Selain itu, proyek ini juga menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 110.201 ton CO2 per tahun, yang setara dengan menanam 293.869 pohon selama masa kontrak.

Menurut analisis, proyek PTLS atap ini memiliki dampak ekonomi yang positif, terutama dalam pengurangan biaya listrik sebesar 40% selama lima tahun pertama operasional. Keuntungan ini tidak hanya menyentuh kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga menunjukkan komitmen Argo Manunggal Group untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan New Policy ini, perusahaan juga berupaya mempercepat penerapan teknologi hijau di sektor tekstil yang dikenal sebagai salah satu pengguna energi paling tinggi di Indonesia.

Persiapan dan Strategi Implementasi

Untuk memastikan proyek berjalan optimal, Argo Manunggal Group mengambil langkah-langkah konkret seperti pembentukan tim khusus di masing-masing pabrik. Tim ini bertugas mengawasi proses konstruksi dan memastikan material utama, termasuk modul PV dan inverter, tersedia sejak awal. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko keterlambatan dan meningkatkan kualitas pengoperasian PLTS atap.

Kebijakan New Policy ini juga mencakup kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemeliharaan dan pengawasan teknis. Dengan pendekatan kolaboratif, perusahaan menjamin bahwa sistem energi surya akan tetap efisien meski dihadapkan pada tantangan seperti cuaca tidak menentu atau perubahan kebijakan energi nasional. Pemilihan teknologi HDG dan bahan tahan korosi dalam struktur PTLS atap menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mempertahankan kualitas energi selama bertahun-tahun.

Menurut Direktur Utama HIJAU Victor Samuel, New Policy ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi sektor industri lainnya. “Dengan pendekatan inovatif, kami menciptakan model bisnis yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan,” katanya.

Leave a Comment