Dokter: Nyeri Dada Seperti Ditusuk Tanda Ada Robekan Dinding Aorta
Dokter – Tangerang – Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Siloam Hospitals, dr. Dicky Aligheri Wartono, menjelaskan bahwa rasa nyeri di dada yang terasa seperti tertusuk atau terbakar bisa menjadi indikasi awal dari kondisi serius, yaitu robekan dinding aorta. Menurutnya, gejala ini sering kali diabaikan oleh masyarakat karena serupa dengan masalah kardiovaskular lainnya, tetapi jika tidak segera ditangani, bisa memicu kematian dalam waktu singkat.
Kondisi Aorta yang Berpotensi Menyebabkan Kecelakaan
Aorta, sebagai pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, bisa mengalami gangguan seperti aneurisma atau diseksi. Kondisi ini bisa berkembang secara diam-diam hingga menimbulkan komplikasi berbahaya. Dicky menegaskan bahwa aortic dissection terjadi ketika lapisan dinding aorta retak, memungkinkan darah mengalir ke dalam jaringan di sekitarnya. Proses ini berpotensi merusak organ penting dan menyebabkan kerusakan sistemik.
“Pada fase akut, risiko kematian bisa meningkat hingga satu hingga dua persen per jam selama 24-48 jam pertama, bila tidak ada intervensi medis yang tepat,” ujar dr. Dicky di Tangerang, Rabu.
Kondisi aorta ini sering kali menimbulkan gejala yang ambigu, sehingga memperumit diagnosis. Nyeri dada yang tiba-tiba dan berat, disertai mual, pingsan, atau gangguan penglihatan, adalah tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian serius. Dicky menambahkan bahwa penyakit ini bisa terjadi pada berbagai usia, meski lebih umum pada orang dewasa berusia 40-70 tahun, terutama yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.
Capaian Siloam Hospitals dalam Penanganan Kondisi Aorta
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular, Siloam Hospitals Lippo Village telah memperkuat kemampuan tim medis untuk mengatasi kasus aorta kompleks. Selama lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia, rumah sakit ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam penanganan berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. Dicky menyoroti bahwa keberhasilan dalam prosedur ini tidak hanya bergantung pada satu ahli, tetapi pada sinergi antar departemen yang terintegrasi.
“Penanganan optimal memerlukan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, kardiologi, hingga rehabilitasi, dalam satu protokol yang konsisten,” jelasnya.
Salah satu teknik canggih yang diterapkan Siloam Hospitals adalah Frozen Elephant Trunk (FET), metode bedah modern untuk mengatasi robekan aorta yang melibatkan area dada hingga perut. Dicky menjelaskan bahwa teknik ini menjadi standar emas dalam bidang kardiovaskular karena mampu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), yang menawarkan pendekatan微创 (minimally invasive) untuk kasus tertentu.
Kebutuhan Sistem Pelayanan Kardiovaskular yang Terpadu
Menurut dr. Dicky, keberhasilan penanganan aortic dissection bergantung pada kesiapan sistem kesehatan secara menyeluruh. Dalam 24-48 jam pertama setelah gejala muncul, perawatan harus dilakukan dengan segera untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Di Indonesia, hanya sekitar 120-150 dari 2.500 rumah sakit yang mampu menyediakan layanan bedah jantung. Namun, untuk kasus aorta kompleks, jumlah rumah sakit dengan kemampuan menyeluruh terbatas.
“Dengan ketersediaan tim multidisiplin yang terlatih dan fasilitas yang memadai, kita bisa memastikan pasien mendapatkan perlakuan tepat waktu,” tambah Dicky.
Dicky menyoroti bahwa deteksi dini menjadi kunci dalam meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Pemantauan rutin dan pengetahuan masyarakat tentang gejala penyakit kardiovaskular bisa membantu mengurangi kejadian kematian mendadak. Statistik global menunjukkan insidensi aortic syndromes akut mencapai sekitar 4,8 kasus per 100.000 orang per tahun. Di Indonesia, angka ini terus meningkat, menunjukkan perlunya pengembangan layanan kardiovaskular yang lebih luas.
Infrastruktur dan Kompetensi yang Ditingkatkan
Menjadi bagian dari jaringan rumah sakit kelas dunia, Siloam Hospitals Lippo Village telah menyiapkan infrastruktur lengkap untuk menangani kondisi aorta. Fasilitas seperti CT Scan kardiovaskular 24 jam, ICU khusus pascaoperasi, dan layanan rehabilitasi kardiovaskular memastikan pasien mendapatkan perawatan secara berkelanjutan. Dicky menjelaskan bahwa pengalaman tim medis dalam menangani lebih dari 40 ribu kasus kompleks secara multidisiplin menjadi bukti kompetensi rumah sakit ini.
“Dengan memperkuat pusat kardiovaskular, kami berharap bisa meningkatkan akses masyarakat terhadap perawatan tingkat lanjut, terutama di daerah-daerah yang kurang memiliki fasilitas lengkap,” ujarnya.
Siloam Hospitals juga menyediakan protokol pengobatan yang terstandarisasi, yang melibatkan kolaborasi antara berbagai bidang medis. Dari deteksi awal hingga pemulihan pascaoperasi, setiap tahap dikelola secara profesional untuk memastikan hasil terbaik. Teknik seperti FET dan EVAR/TEVAR, yang memadukan keahlian bedah, radiologi, dan anestesi, menjadi pilihan utama dalam menangani kasus yang membutuhkan tindakan segera.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat Tentang Kardiovaskular
Dicky menekankan bahwa kesadaran masyarakat tentang gejala penyakit kardiovaskular harus ditingkatkan. Banyak pasien yang mengabaikan nyeri dada tajam atau gejala lain, yang sebenarnya bisa menjadi tanda kegawatdaruratan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa aorta bukan hanya masalah usia tua, tetapi bisa terjadi pada siapa saja, terutama yang memiliki risiko faktor,” imbuhnya.
Keberadaan pusat kardiovaskular yang lengkap di Siloam Hospitals Lippo Village diharapkan menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia. Dengan penggunaan teknologi terkini dan peningkatan kompetensi tim medis, rumah sakit ini mampu menjadi mitra utama dalam menekan tingkat kematian akibat penyakit aorta. Selain itu, Dicky juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala yang mungkin dianggap sepele, seperti nyeri dada tak terduga atau perubahan tiba-tiba dalam kondisi kesehatan.
Kebutuhan akan layanan aorta kompleks di Indonesia semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan dan pedesaan. Dicky berharap kehadiran Siloam Hospitals Lippo Village dan fasilitas terpadu seperti ini bisa mempercepat respons medis dan menurunkan angka kematian. “Dengan membangun sistem pelayanan yang siap 24 jam, kami yakin mampu memberikan penanganan yang andal, bahkan dalam situasi terburuk,” pungkasnya.
