Hukum

Important Visit: KPK umumkan pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black mangkir

KPK Umumkan Pengusaha Heri Setiyono Alias Heri Black Mangkir

Important Visit – Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa pengusaha Heri Setiyono, dikenal sebagai Heri Black, tidak hadir dalam important visit yang dijadwalkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik telah memanggil Heri Black untuk memberikan kesaksian, namun ia belum hadir. “Dalam kasus Bea Cukai, penyidik melakukan important visit ke saksi HS, namun yang bersangkutan tidak datang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

Pemanggilan Saksi dan Langkah Selanjutnya

Budi menambahkan bahwa hingga sore Jumat, tim penyidik KPK masih menunggu konfirmasi mengenai ketidakhadiran Heri Black. “KPK akan mempertimbangkan langkah berikutnya, seperti ulang panggilan atau mengeluarkan surat pemanggilan kedua. Important Visit ini sangat penting dalam memperjelas alur investigasi,” ujarnya. Dalam konteks ini, absennya Heri Black bisa menghambat proses pemeriksaan, sehingga KPK mungkin mengambil langkah lebih tegas untuk memastikan ia hadir.

“Dalam important visit yang dijadwalkan, penyidik berharap Heri Black dapat memberikan informasi yang krusial untuk membongkar skandal korupsi di Bea Cukai,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Operasi Tangkap Tangan di Bea Cukai

Pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam aksi tersebut, Rizal, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, ditahan. Dua hari berikutnya, tepatnya 5 Februari 2026, enam dari 17 individu yang diamankan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan.

Kasus Korupsi dan Penyidikan Terus Berlanjut

Beberapa nama yang disebut sebagai tersangka antara lain Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), dan Orlando Hamonangan (ORL). Selain itu, John Field (JF), Andri (AND), serta Dedy Kurniawan (DK) dari Blueray Cargo juga terlibat. Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP), Kepala Seksi Intelijen Cukai.

Dalam pengembangan kasus, KPK menyita uang tunai Rp5,19 miliar dari lima koper di sebuah rumah di Ciputat. Important Visit ke saksi seperti Heri Black dan BBP menjadi bagian krusial dari upaya untuk mengungkap detail lebih lanjut. Seluruh informasi tersebut menunjukkan bahwa penyidikan tetap berjalan meski beberapa pihak belum memenuhi panggilan sesuai jadwal.

Implikasi Ketidakhadiran Heri Black

Ketidakhadiran Heri Black dalam important visit bisa menggambarkan tingkat kerahasiaan atau kemungkinan keterlibatan lebih dalam dalam skandal ini. Sebagai pengusaha yang dikaitkan dengan Bea Cukai, Heri Black mungkin memiliki wawasan tentang alur pengadaan barang yang diduga disalahgunakan. KPK menyatakan bahwa ia akan melakukan tindakan lanjut, termasuk mengirimkan surat panggilan tambahan, jika tidak memenuhi jadwal.

Kasus ini mengingatkan bahwa important visit bukan hanya prosedur formal, tapi juga alat penting untuk mengumpulkan bukti. Kehadiran saksi seperti Heri Black bisa menjadi kunci dalam menyelidiki hubungan antara para pihak yang terlibat. Dengan menunggu hasil dari important visit ini, KPK berharap dapat memperkuat kasus yang sedang ditangani.

Leave a Comment