Guru besar IPB dorong pesantren Probolinggo pelopor ketahanan pangan
Table of Contents
Guru besar IPB dorong pesantren Probolinggo pelopor ketahanan pangan nasional
Beritaturah.com – Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur kini menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Guru besar IPB dorong pesantren di wilayah ini untuk mengambil peran lebih aktif sebagai pelopor gerakan kemandirian pangan. Kunjungan resmi para akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) ke Pondok Pesantren Darut Tauhid, yang terletak di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, berlangsung pada hari Kamis lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Dosen Pulang Kampung” 2026 yang diselenggarakan secara khusus di Kabupaten Probolinggo.
Tema utama yang diangkat dalam kunjungan ini adalah “Model Pesantren Mandiri Pangan melalui Pembelajaran Pertanian Berbasis Alam di Kabupaten Probolinggo”. Pendekatan holistik ini memungkinkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, pesantren, kelompok tani, dan masyarakat umum, untuk berkumpul dan memperkuat kapasitas pertanian lokal. Melalui forum ini, para pihak dapat berbagi pengalaman dan merancang strategi jangka panjang untuk pengembangan sektor pertanian.
Peran Strategis Pesantren dalam Ketahanan Pangan
Prof. Abdul Munif, yang menjabat sebagai Ketua Tim Guru Besar IPB, menjelaskan bahwa pesantren memiliki kedudukan strategis untuk memimpin gerakan kemandirian dan ketahanan pangan. Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki kedekatan alami dengan masyarakat pedesaan serta aktivitas pertanian, sehingga menjadi modal sosial yang kuat untuk mengembangkan gerakan tersebut. Kedekatan ini memungkinkan transfer pengetahuan dari akademisi ke masyarakat lokal secara lebih efektif.
“Pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi pelopor kemandirian dan ketahanan pangan,” ujar Prof. Abdul Munif di Probolinggo.
Edukasi yang disampaikan tidak hanya terbatas pada teknik bercocok tanam. Para peserta juga diajak memahami pentingnya ketahanan pangan, kemandirian pangan, regenerasi petani, serta praktik pertanian yang memperhatikan kesehatan tanah dan tanaman. IPB memandang pesantren sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda, terutama karena sebagian anak-anak dari keluarga petani mulai enggan melanjutkan profesi orang tua mereka. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pendekatan pendidikan yang menarik.
“Melalui pendidikan pertanian, santri diharapkan memahami bahwa sektor pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan bidang yang dapat dikembangkan menjadi profesi dan kegiatan ekonomi yang menjanjikan,” tambahnya.
Kolaborasi Jangka Panjang untuk Masa Depan
Prof. Munif juga menekankan pentingnya pertanian ramah lingkungan. Pesantren diharapkan tidak hanya berperan dalam penguatan ketahanan pangan, tetapi juga menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda. Program Dosen Pulang Kampung IPB di Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang. Sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan model pesantren mandiri pangan, memperkuat regenerasi petani, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi santri dan masyarakat.
Sementara itu, Abd. Ghafur, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo, menyambut positif program Dosen Pulang Kampung. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Program dari IPB ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara berbagai pihak, sehingga pihaknya berencana memperkuat kerja sama melalui perjanjian resmi. Hal ini bertujuan agar transfer pengetahuan dan pendampingan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program
Apa itu program Dosen Pulang Kampung IPB? Program ini adalah inisiatif IPB untuk membawa dosen dan peneliti kembali ke daerah asal mereka guna berbagi pengetahuan dan teknologi pertanian kepada masyarakat lokal.
Mengapa pesantren dipilih sebagai mitra strategis? Pesantren memiliki jaringan luas di pedesaan dan mampu menjangkau generasi muda secara efektif melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan pertanian.
Berapa lama program ini berlangsung? Program Dosen Pulang Kampung 2026 di Probolinggo direncanakan berlangsung selama beberapa bulan dengan kegiatan rutin pendampingan dan pelatihan.
Apa manfaat bagi santri pesantren? Santri mendapatkan kesempatan belajar langsung tentang pertanian modern, meningkatkan keterampilan praktis, dan membuka peluang karir di sektor pertanian yang berkembang.
