KB Bank perkuat kemandirian ekonomi disabilitas melalui program pelatihan komprehensif
Beritaturah.com – Jakarta — PT Bank KB Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmen kuat melalui inisiatif Kreasi Kresek Inklusif (Kreasik) yang bertujuan untuk KB Bank perkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Program inovatif ini telah menjalin kerja sama strategis dengan Terala Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kompetensi bisnis dan meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai jual tinggi.
Visi Inklusif dan Akses yang Merata
Komala Sari, Kepala Divisi Corporate Communication and Government Affairs KB Bank, menyampaikan bahwa program Kreasik lahir dari kesadaran akan pentingnya akses yang merata bagi semua lapisan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang mutlak bagi seseorang untuk berkarya dan berkontribusi dalam perekonomian. Yang paling krusial adalah tersedianya pendampingan yang tepat, kesempatan yang adil, serta akses yang memadai terhadap berbagai sumber daya.
“Program Kreasik merupakan wujud komitmen kami untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif. Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Yang dibutuhkan adalah akses, kesempatan, dan pendampingan yang tepat,”
Pelatihan Teknis dan Literasi Keuangan
Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di Terala Training Centre ini dirancang dengan pendekatan dua aspek utama. Pertama, pelatihan teknis yang berfokus pada pengolah limbah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Kedua, penyampaian materi literasi keuangan yang membantu para peserta mengelola pendapatan usaha mereka dengan lebih efektif. Pendekatan ganda ini diyakini dapat membekali peserta dengan bekal yang lebih komprehensif untuk menghadapi tantangan bisnis.
Tien Mulyanthi, Executive Director Terala Foundation, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai bahwa kerja sama semacam ini sangat berarti karena memperluas peluang bagi penyandang disabilitas. Melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, kemandirian ekonomi mereka diharapkan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini memiliki arti penting karena membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka,”
Kontribusi terhadap Ekonomi Inklusif dan Sirkular
Perusahaan perbankan ini juga menyebutkan bahwa program Kreasik sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi inklusif. Upaya tersebut mencakup peningkatan akses bagi kelompok rentan terhadap pelatihan kerja, kesempatan berusaha, serta pemberdayaan ekonomi secara menyeluruh. Selain dimensi sosial, pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi sirkular.
Hal ini sejalan dengan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. KB Bank berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi strategis, yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Kreasik
Apa itu program Kreasik? Kreasik adalah inisiatif PT Bank KB Indonesia Tbk yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai jual.
Siapa saja yang dapat mengikuti program ini? Program Kreasik terbuka bagi penyandang disabilitas yang ingin mengembangkan keterampilan bisnis dan meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
Bagaimana program ini membantu kemandirian ekonomi? Program ini memberikan pelatihan teknis dan literasi keuangan yang membekali peserta dengan keterampilan untuk mengelola usaha dan meningkatkan pendapatan mereka.
Apakah program ini berkelanjutan? Ya, KB Bank berkomitmen untuk terus mengembangkan program Kreasik melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak untuk menciptakan dampak jangka panjang.
