BUMA International Group Catat Peningkatan Kinerja Q1 2026
Latest Program – Dalam Latest Program yang dijalankan BUMA International Group, perusahaan mencatat peningkatan kinerja pada kuartal pertama 2026 (1Q26), menunjukkan momentum pemulihan setelah tantangan operasional di 1Q25. Direktur perusahaan, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan bahwa hasil ini berkat perbaikan struktural di berbagai aspek seperti produktivitas, efisiensi biaya, dan disiplin operasional yang ditingkatkan. Dengan strategi Latest Program yang konsisten, BUMA International Group berhasil menciptakan dampak positif terhadap performa bisnisnya.
“Kinerja Latest Program pada kuartal I 2026 mencerminkan progres pemulihan yang terus berlangsung sejak awal 2025, meskipun masih menghadapi tantangan musiman seperti hujan dan kondisi geologi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Peningkatan Produktivitas dan Pengelolaan Biaya
Produktivitas BCM per jam meningkat 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan kualitas jalan angkut serta pengurangan waktu antre. Dalam Latest Program, perusahaan fokus pada peningkatan efisiensi operasional, yang berdampak pada penurunan cycle time sebesar 1 persen YoY. Biaya unit per BCM juga turun 1 persen YoY, menunjukkan konsistensi dalam mengelola pengeluaran secara optimal.
Biaya tenaga kerja per BCM menurun 4 persen YoY, hasil dari disiplin penggunaan sumber daya manusia yang berkelanjutan serta penempatan operator yang lebih efisien. Rasio operator terhadap peralatan berkurang 3 persen YoY, yang merupakan bagian dari upaya Latest Program dalam mengefisiensikan operasional. Meski demikian, biaya bahan bakar naik 3 persen YoY karena kenaikan harga, tetapi konsumsi per BCM tetap stabil.
Perbaikan di bidang operasional mencapai 13 persen YoY dalam penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan per BCM. Langkah strategis dalam Latest Program memastikan peralatan tetap andal sebelum periode operasional yang lebih kering di kuartal kedua dan ketiga. Pemulihan operasional terus berlanjut hingga April, didukung oleh eksekusi yang lebih solid dan perbaikan kondisi cuaca.
Volume Produksi dan Perkembangan Operasional
Volume pengupasan lapisan tanah penutup gabungan di Indonesia dan Australia meningkat secara signifikan, dari 26,4 juta BCM pada Februari menjadi 30,4 juta BCM di Maret, dan 34,3 juta BCM di April. Namun, produksi batu bara mengalami penurunan hingga 5,9 juta ton (MT) di April, meskipun naik 16 persen dari rata-rata bulanan 1Q26. Penurunan ini dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak di site Binungan (Indonesia) dan site Burton (Australia), serta pengurangan operasional di dua lokasi Indonesia pada 2025.
Di sisi lain, volume overburden removal turun 12 persen YoY menjadi 89 juta BCM, sementara produksi batu bara berkurang 20 persen YoY menjadi 15 juta MT. Meski ada penurunan, perusahaan tetap mempertahankan operasional yang stabil di situs-situs lain. Latest Program berperan penting dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan menstabilkan volume operasional.
BUMA International Group juga memperkuat komitmen Latest Program dengan mengalokasikan belanja modal 20 juta dolar AS untuk menjaga kinerja armada dan kelanjutan operasional. Arus kas bebas mencatat perubahan positif menjadi 2 juta dolar AS, dibandingkan negatif 19 juta dolar AS pada 1Q25, yang menunjukkan dampak positif dari strategi Latest Program terhadap kesehatan keuangan perusahaan.
Analisis Laba dan EBITDA
Pendapatan perusahaan mencapai 318 juta dolar AS, turun 10 persen YoY, yang sejalan dengan portofolio aktif yang lebih kecil. Namun, Latest Program berhasil menggerakkan peningkatan EBITDA yang signifikan, mencapai 98 persen YoY menjadi 28 juta dolar AS, naik dari 14 juta dolar AS pada 1Q25. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 11 persen dari 5 persen sebelumnya.
Rugi bersih tercatat sebesar 24 juta dolar AS, turun 66 persen YoY dari 70 juta dolar AS pada 1Q25. Penurunan ini didorong oleh pemulihan EBITDA dan tiga faktor non-operasional, seperti keuntungan 12 juta dolar AS dari optimasi portofolio ACG yang masih berjalan melalui penjualan aset lahan. Latest Program memberikan dampak langsung pada peningkatan laba bersih dan efisiensi operasional.
Dalam rangka mencapai target Latest Program untuk 2026, perusahaan berkomitmen pada strategi jangka panjang yang berfokus pada inovasi dan pengelolaan risiko. Peningkatan kinerja di kuartal pertama menjadi indikasi kuat bahwa program ini sedang berjalan efektif, dengan peningkatan volume produksi dan penurunan biaya operasional. Dukungan dari berbagai sektor operasional terlihat jelas, membantu BUMA International Group tetap kompetitif di pasar batu bara global.
