Bisnis

Mentan gandeng Unesa kembangkan benih kedelai guna tekan impor

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Kemitraan Strategis Mentan dan Unesa untuk Pengembangan Benih Kedelai Nasional

Beritaturah.com – Jakarta kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Mentan gandeng Unesa kembangkan benih kedelai unggul sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dengan Universitas Negeri Surabaya ini menandai era baru dalam pengembangan varietas tanaman pangan yang berorientasi pada hasil nyata di tingkat petani.

“Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat diterapkan secara masif,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan tersebut.

Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis pengembangan benih kedelai. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya produktivitas lahan kedelai di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara produsen utama. Melalui program ini, target yang ditetapkan adalah mencapai hasil panen sebesar 5-6 ton per hektare, sebuah angka yang jauh melampaui rata-rata saat ini.

Visi dan Misi Pengembangan Benih Unggul

Mentan Amran menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Unesa ditugaskan untuk melakukan riset intensif guna menghasilkan varietas kedelai yang tahan terhadap hama dan penyakit, sekaligus memiliki potensi hasil yang tinggi. Apabila hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang signifikan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memfasilitasi distribusi benih ke seluruh wilayah Indonesia.

Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menjelaskan bahwa kampus telah menyiapkan lahan seluas 56 hektare sebagai area percontohan. Lahan ini akan menjadi laboratorium hidup tempat para peneliti menguji berbagai metode budidaya dan pemupukan. Model yang dikembangkan diharapkan dapat diadopsi oleh daerah lain yang memiliki kondisi agroekosistem serupa.

Peran Fakultas Ketahanan Pangan dalam Program Kedelai

Fakultas Ketahanan Pangan Unesa yang resmi berdiri pada tahun 2025 menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program ini. Dengan dukungan tenaga ahli dan fasilitas modern, fakultas tersebut mampu memberikan pendampingan teknis kepada petani di berbagai lokasi. Pengalaman sebelumnya dalam mendukung program jagung bersama Polda Jawa Timur menjadi modal berharga bagi keberhasilan proyek kedelai saat ini.

“Kami tidak hanya fokus pada penelitian di laboratorium, tetapi juga memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi petani di lapangan,” jelas Dwi Cahyo Kartiko.

Komitmen Unesa juga terlihat melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang di Tuban. Sekitar 600 hektare lahan telah disiapkan untuk pengembangan kedelai menggunakan benih unggul hasil riset Unesa. Koordinasi intensif antara berbagai pihak memastikan bahwa penyediaan benih dan pendampingan petani berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ke depan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan keberlanjutan program ini setelah masa percontohan berakhir. Unesa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar benih unggul yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan petani secara konsisten. Dengan pendekatan yang terintegrasi, Indonesia diharapkan dapat mencapai swasembada kedelai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Leave a Comment